Pages

Showing posts with label Road to Wisdom. Show all posts
Showing posts with label Road to Wisdom. Show all posts

Monday, March 12, 2012

Life is Pilih Sendiri Petualanganmu

Life is a series of "Pilih Sendiri Petualanganmu". 
Choose your options wisely and make the choice. 
There is No perfect ending that will satisfy you the most, but there will always be happy endings for several scenarios.
Lastly, and not the least important, if you've made your decision, then live with it! ;)

Saturday, April 23, 2011

Detach and Attach

Detaching from some attaching to some others is the process of getting old. :( wish we could just attach to more and detach from none!

Wednesday, September 29, 2010

In Order to Be Reborn, You Need To Die First!

This is just something great I came up with.
You see? How can you expect yourself to be born again as someone new and fresh if you have not passed through the dark below?
You need to be dead first, mate! When you're dead, after tried everythin, and got nowhere to go! That's when you'll be re-born, insyaAllah

Friday, July 23, 2010

Belajar dari Website Ramal Jodoh dan Ramal Watak

Hari ini gw menemukan website baru. Keren pol!

Hebatnya website ini yang membuat gw langsung takjub dalam pandangan pertama adalah akurasinya yang luar biasa.
Dalam meramal watak, gw benar-benar geleng-geleng kepala disaat watak-watak asli gw dikupas berdasarkan nama gw dan tanggal lahir.
Berikut diantaranya:
" Dalam bersosialisasi, Anda orang yang cukup menarik dan mempunyai selera humor. Akan tetapi Anda cenderung mengalami kesepian karena hanya sedikit orang yang mengerti atau mengenal Anda yang sesungguhnya."
"Anda akan menikah dengan wanita yang cantik yang mempunyai intelektual, anggun, dan mengerti bagaimana norma berpakaian."
"Anda mempunyai kepercayaan diri, intelektualitas, dan daya kepemimpinan yang sangat tinggi. Anda juga termasuk orang mempunyai pandangan hidup yang luas. Ide-ide kreatif dapat menjadikan Anda sebagai pencetus dan penentu suatu kreasi atau tindakan."
"Anda adalah pemikir dan pencetus yang kreatif. Kreatifitas Anda tak terhingga. Kepribadian Anda yang dinamik dan kuat membuat Anda siap menerima tantangan. Apapun yang Anda impikan, Anda akan membuatnya menjadi kenyataan. Akan tetapi kehidupan Anda juga berpusat pada kehidupan spiritual karena karma berperan dalam hidup Anda apabila tidak memusatkan diri pada tindakan-tindakan yang benar dan menjadikan diri, Anda akan menjadi orang yang yang harus menyendiri dan kesepian."

Hahaha. See? Get the fuck outta here! It's like reading my mind!...
But then I play around with the website a little bit more and went into the 'ramal Jodoh' section
This one checks the compatibility of two people. What will happen if you start a family with a certain person, by looking at the birthdates.

Karena penasaran, tentunya nama pertama yang gw masukin adalah nama dia, P, my recent ex. The one who's been clogging my mind for around 2 months. Hasilnya? Keluarga bisa cari penghasilan, tapi tidak bisa menyimpan uang. Tabah dalam menghadapi penderitaan (-->oh syiit looks like akan byk penderitaan tuh), tetapi agak gelap hati (--> whatt?? gelap hati??)

I guess now i realised bahwa memang gw dan dia are not meant to be. Kalau gw paksakan memang benar mungkin prediksi ini bahwa yang ada di belakang sana hanyalah problema.
Lalu gw mencoba masukkan nama-nama wanita-wanita hebat yang pernah muncul dalam hidup gw, D, S, dan A. Surprising, hasilnya bagus2!!. Dengan orang-orang inilah maka gw diramal akan mampu memiliki keluarga yang baik. Terutama di hasil yg dengan si A. Benar-benar takjub.

Selama ini P merasa dirinya hebat. entah dari mana apakah itu pride dari dirinya sendiri, ataukah mantan-mantannya terdahulu kerap membohongi dia, atau mungkin memang bagi beberapa mantannya itu yah segitu adalah hebat. But unfortunately not for me. She was one of the worst girlfriend I've ever been with. Physically, service-wise, personality-wise, care-wise, and few more things. It is so shocking how someone who couldn't pass the fit-n-proper test can come inside my heart and rip it up ;) That's life. That's probably God's will. I can't do a thing about it. I gave her my heart (what's left of it). If her personality decided to rip it up, then it's all her choice, I can't do anything about it.
Jadi Hikmah dari hari ini?
Saat kita bertemu dengan seseorang dan hati anda tertampar seraya berkata 'this is the one!'.. Then he/she probably is. Kita harus lebih hati-hati dalam mengijinkan orang masuk ke dalam diri kita. Kadang subconcious kita sebenarnya sudah cukup faham, tapi kemarin dalam kasus saya, saya memberi kesempatan kepada seseorang yang tidak masuk fit-n-proper test saya (secara subconcious tentunya) dan ternyata berakhir dengan buruk dan saya menjadi pihak yang sangat dirugikan,
Pastikan ini tidak terjadi pada diri anda. Berhati-hatilah dalam memilih. Pilihlah dengan seksama. Biarkan fit-n-proper test yang natural anda itu bekerja.
Memberikan hati ke orang yang salah bisa menjadi malapetaka besar. :)

Saya sudah menguji ini di alat peramal jodoh tadi dengan memasukkan tanggal-tanggal lahir orang-orang yang benar-benar saya merasa yakin/ingin selama ini. Dan surprised to see the result bahwa jawabannya adalah bagus-bagus :)

Saturday, January 23, 2010

My Letter to God (2010 Jan 23)

Dear God,
I know I made a bad bad bad mistake, and I realise that it happened years ago. I know that none of my friends understands this, because they don't know anything, and it's okay.
If you are willing, I could really use your help. Please help me forgive myself. Please help me forgive my bad decision. I know it's probably unforgiven, but maybe I am human, as human as I can be. We are the sons of Adam, and even he could make one fatal mistake.

I've realised my mistakes. And now I am living my consequences.
Please help me forgive my friends and families for their incapabilities to understand how this feels.

But one request, dear God, if now my destiny takes me to a place where I will be 40, rich and succesful in career, still with one night stands, countless theories, a King of BLS (Bujang Lapuk Selektiph), Please take my life at 35. I know it's a lot to ask, but I hope you would do that if you are willing.

Because I'd rather die than having a life like that. I don't need no career. I don't need no money. They all mean nothing. I've already made a mistake so big that nothing seems to matter in this world. I hope I'm wrong. Please save me... because I'm so powerless.

Love,
RP

Sunday, August 30, 2009

Membaca Bahasa Asing dalam Tulisan tak Dikenal

Mumpung bulan Ramadhan, sekali-sekali mau ngoceh tentang 'agama'.
(note: Sepanjang notes ini, tulisan agama akan saya beri apostrof (') untuk memperjelas bagaimanapun bahwa agama itu besar kemungkinan diciptakan oleh manusia, tapi belief (atau kepercayaan akan Tuhan) besar kemungkinannya tidak.)
(note tambahan: bacaan ini adalah konsumsi trans-'agama'. Feel free to read this if you're a non-moslem, because it's not going to be a boring stuff about my 'religion')

Introduction

Al-Baqara : (4 & 5): "And who believe in that which is revealed unto thee (Muhammad) and that which was revealed before thee, and are certain of the Hereafter."
"These depend on guidance from their Lord. These are the successful."

ini versi terjemahan indonesia nya:
"dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat."
"
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung"

Okelah, kita semua ngerti yang namanya nerjemahin bahasa itu sulitnya minta ampun. Karena akan selalu ada expressions yang ga bisa diterjemahin, sama kayak kalo kita nerjemahin bahasa inggris ke indo, or vice versa, pasti kita akan ketemu beberapa kasus dimana kita mentok dan mau ga mau sebuah ungkapan diterjemahkan secara kurang maksimal.Apalagi mencoba menginterpretasikan sebuah bahasa Arab kuno (yg kita sudah sama-sama sepakat tahu bahwa ini berbeda dengan bahasa arab sekarang)

Al-Baqara ayat 4 & 5

Anyway, point bahasan saya bukan itu.
Salah satu dari beberapa alasan kenapa saya senang dengan 'agama' Islam dan Al-Qur'an adalah karena justru ini satu 'agama' (atau kitab -  if referring to Koran) yang malah mengakui keberadaan beliefs lain.
Bukan cuma hanya disebutkan dan diberi contoh berkali-kali di dalam Al-Quran, bahkan supaya lebih ditaruh di ayat-ayat awal Al-Baqarah (surat pertama setelah Al-Fatihah)! (liat ayat-ayat diatas)

Ayat-ayat diatas, baik versi terjemahan english maupun bahasa nya, jelas menjelaskan bahwa bagi orang-orang yang percaya sama Tuhan, baik seperti yang disampaikan kepada Muhammad (dg Qurannya) maupun kitab-kitab yang ada sebelumnya, adalah orang-orang yang selamat !!

Al-Baqara ayat 6

Mari kita lihat ayat selanjutnya yang menyusul 2 ayat tersebut, (yaitu ayat 6):
Saya akan mulai dengan versi bahasa Indonesia:
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman."

in English translation:
"
As for the Disbelievers, Whether thou warn them or thou warn them not it is all one for them; they believe not."

Di sini jelas, mengingat ini adalah ayat yang melanjutkan 2 ayat sebelumnya tadi, bahwa orang kafir (atau The Disbelievers) adalah definisi yang berbeda lagi.

Jadi sangatlah lucu, bila melihat masih banyaknya santri-santri, imam-imam, khotib-khotib, bahkan mgkn beberapa ulama bodoh, yang masih meyakini bahwa pemeluk agama lain (atau org yg percaya kitab lain) adalah orang kafir atau disbelievers!!

Lucu dan tolol! Karena bagi saya yang gak pernah khatam-khatam baca Al-Qur'an dari dulu pun (dikarenakan terlalu banyak alasan2 saya), saya aja udah menemukan banyaaaaaaakkk sekali penjelasan akan perbedaan 'ahli kitab' dan 'orang kafir' tersebar di seluruh isi Al-Qur'an. Jadi santri-santri yang jelas-jelas pada belajar agama itu belajar apa sih sebenernya?

Lebih baik bisa baca atau bisa ngerti?

Disinilah masalah kita (umat Islam). Karena seringkali umat kita didorong untuk membaca al-Qur'an dalam bahasa Arab, ketimbang memahami intisari nya.
Saya tumbuh besar di sekolah dasar Islam, dimana saya selalu ketakutan kalo pelajaran mengaji, karena saya selalu terbata-bata dalam membaca tulisan-tulisan arab (yg jelas2 bukan bahasa saya, dan sangat sulit dimengerti seorang anak kecil berumur 10 tahun), dan saya akan selalu dipukul tangannya pake penggaris plastik kecil oleh guru 'agama'.

Akhirnya di Indonesia ini (karena saya tidak tahu di negara lain seperti apa), banyak orang yang bilang "saya sudah khatam Al-Quran"... Tapi bisa jadi sebenernya yang dimaksud adalah "saya sudah selesai membaca tulisan arab di buku yg bernama Al-Quran itu, tanpa mengerti apa yang dimaksudkan"

Mendingan mana sih? ngoceh dalam bahasa asing tapi ga tau artinya apa, atau menunda belajar bahasa asingnya dulu, untuk lebih dahulu mengetahui intisari nya dulu???

Kenapa umat Islam pemula (seperti saya dan kebanyakan dari kita) dan anak2 kecil tidak di-encourage untuk memahami intisari Al-Quran terlebih dahulu ketimbang disuruh belajar membaca Quran tapi gak ngerti ngoceh apaan.

Saya pun mengakui dulu-dulu saya ga pernah ngerti, setiap kali sholat, arti dari setiap bacaaan yang saya kumandangkan. Baru belakangan ini aja saya niat bener-bener mempelajari dan menghafalkan artinya, supaya kalo saya sholat bacaan yg saya baca adalah bener2 doa yg ingin saya sampaikan ke Tuhan.. Sholat yang (insya Allah sih) lebih khusyuk.

Paris St.Germain

Nih saya berikan contoh lebih gampangnya. Anggap anda membaca tulisan bahasa Francais tanpa tahu apa artinya. SIlakan coba baca tulisan dibawah ini:
"Le PSG et le Zénith Saint-Pétersbourg sont tombés d’accord sur le prêt avec option d’achat de Mateja Kezman. Le joueur s’est envolé pour la Russie et cet accord reste lié au bon déroulement de la visite médicale que doit passer le joueur sur place."

Emangnya ngerti itu apaan artinya? Itu saya ambil dari site nya Paris St.Germain (klub sepakbola Paris), lagi ngebahas tentang transfer option Mateja Kezman.
Kebayang ga, ratusan ribu atau mungkin jangan-jangan jutaan umat Islam Indonesia membaca Al-Quran ibarat membaca berita PSG tadi tanpa tau artinya???

Wajarkah kalau masih banyak khotib-khotib yang provokatif? pemuka-pemuka agama yang menebarkan benci terhadap pemeluk agama lain??
Lucu kan, mengingat seperti yang saya bilang tadi, bahwa salah satu alasan saya senang dengan Al-Quran adalah justru karena ini kitab yang mengakui dan meng-approve faham-faham lainnya ! Bahkan ceritera-ceritera background di belakang turunnya kitab-kitab yang sebelumnya pernah turun itu diceriterakan kembali disini!
Perlu kita pertanyakan lagi apakah orang-orang yang demikian (yang masih menganggap pemeluk agama lain adalah sama dengan kafir) adalah orang-orang yang benar-benar MEMBACA DAN MERESAPI AL-QURAN !!

Mungkin perlu kita lemparkan lagi ke seluruh umat islam di Indonesia:
Sebagai umat Islam "pemula", lebih baik anda mencoba mengerti/meresapi intisari/makna dari si kitab bernama Al-Quran ini, ataukah lebih baik anda mulai dengan sebatas bisa membaca nya tanpa benar-benar faham isi nya?

Jawabannya ada di hati anda, saya, dan kita semua.

Selamat menikmati bulan Ramadhannya yah.

RP

Friday, May 01, 2009

Manusia Indonesia yang Terlalu Sosial

Seiring dengan pemberitaan tentang budaya konsumerisme di koran Kompas edisi hari ini, saya jadi teringat sudah lama rasanya ingin menulis tentang konsumerisme di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Banyak kutipan-kutipan menarik dalam artikel-artikel di Kompas pagi ini, namun saya akan mencoba membahas konsumerisme dari sudut pandang saya pribadi aja, biar lebih personal. hehehe.

Hidup di Indonesia kok Tekanan Malah Lebih Berat?
Mungkin saya awali dengan bagaimana tiba-tiba saya merasa hidup di Jakarta itu bebannya luar biasa berat. Saya pernah merasakan bekerja kantoran di London di 2005-2006, mencoba menabung padahal harga sewa flat luar biasa mahalnya. Maklum, kantor saya di kodepos EC1. Saya kembali ke Indonesia 2006 atas beberapa alasan. Anyway, bertahun-tahun bekerja di Jakarta yang seharusnya membuat saya lebih tenang, ternyata tidak juga. Bukan saja saya tidak lebih socially secure, saya juga tidak lebih financially secure.

Adalah beragam pressure di kota 'gila' seperti Jakarta yang senantiasa mengganggu kejiwaan manusia-manusia pekerja. Disamping biaya transport yang demikian tinggi, didukung oleh meningkatnya kemacetan dan bertambah buruknya infrasruktur-infrastruktur transportasi, kita digiring untuk menjadi lebih konsumtif. Makan-makan siang atau makan malam yang cukup mewah di Pacific place, belanja gadget terbaru yang memotong gaji secara cukup signifikan, dan puluhan contoh lainnya Semua demi apa? Demi sebuah status sosial?

Saya tidak ingin menyalahkan para produsen dan marketer, karena memang tugas mereka untuk menjual lebih banyak dan menaikkan laba usaha. Namun adalah salah kita sendiri, sebagai society, yang akhirnya menunjukkan kelemahan dari diri kita. Kelemahan besar manusia Indonesia sebagai makhluk yang 'terlalu' sosial !!

Manusia Indonesia sebagai Makhluk yang Sangat Sosial
Itulah mengapa jejaring sosial macam Facebook dan Friendster (dulu) sangat cepat boomingnya di Indonesia. Kebutuhan kita untuk bersosialisasi yang sangat besar inilah penyebabnya. Status sosial menjadi hal yang paling utama dalam prioritas kehidupan sehari-hari. Saya lebih suka menyebutnya dengan social pride. Dalam politik, belakangan ini kita saksikan partai-partai yang merasa perolehannya kurang tiba-tiba berburu-buru mencoba ciptakan koalisi besar demi 'menjaga martabat partai'. Jadi martabat-partai letaknya diatas kepentingan nasional. Hal yang serupa juga dengan pribadi-pribadi Indonesia, dimana social pride-nya kadang diletakkan jauh diatas kebahagiaan keluarga, pendidikan mental anak, atau hal-hal lain yang lebih esensi.

Sesuai janji saya, saya akan membahas ini dari kacamata saya saja, supaya lebih personal dan komentarnya gak ngawur. Tumbuh di Jakarta bersama ratusan teman-teman dan rekan-rekan sejawat kantor selama beberapa tahun ini, membuat saya menyadari banyaknya hal-hal yang tidak penting yang diperjuangkan oleh teman-teman sebaya saya (dalam range 5 tahun ke atas lebih tua dan 5 tahun ke bawah lebih muda).

Contoh, fenomena Blackberry yang sangat-sangat tidak penting dan highly overrated dapat menjadi demikian hebohnya karena social pride tadi. Social pride anda dapatkan dengan harga 3-10 juta. Padahal lucunya banyak pemakainya juga paling gajinya masih 5 jutaan, belum lagi anak-anak kuliahan yang entah apa pula manfaatnya selain cuma buat berinteraksi secara sosial lewat bbm, voice msg, ym, facebook, dan hal-hal seperti itu.

Saya juga melihat bagaimana manusia-manusia Indonesia di usia akhir 20-an nya (25 keatas) mulai mencari-cari ke-settle-an hidup, not necessarily karena mereka mendambakan hal tersebut, namun lagi-lagi demi social pride.
"Saya sudah menikah dooong,.."
"Saya sudah punya bayiii doong.."
"Ihhh kamu umur udah 27/28/29 masih kesana kemari. Kalah ihhh sama akuu.."
"Aku dan suamiku udah lunas dong cicilan mobil nya.."
, seolah-olah mereka semua berusaha mencibir satu sama lain. Pasangan-pasangan muda berlomba-lomba memasukkan foto bayinya ke facebook sebagai bukti akan 'kemenangan'-nya dalam kehidupan. Apakah benar mereka pemenangnya?

Fenomena manusia Indonesia yang kelewat sosial inilah yang pada akhirnya melukai diri kita. Sebagian besar dari diri kita dibawa untuk menjadi sangat concern terhadap apa yang orang lain  lihat di diri kita. Banyak perempuan-perempuan yang malu kalau mendekati 30 dan belum menikah juga, boro-boro masih malu kadang sangat frustrasi sehingga siapapun yang mau akhirnya dinikahin juga lah. Padahal gak pengen-pengen amat juga.

Sebagaimana selama hampir setahun terakhir ratusan teman saya telah mencibir saya,"ihhh BB tuh banyak banget tauu gunanya, sangat bermanfaat !" Well, that i know, my friends, tapi saya masih punya prioritas-prioritas pengeluaran lain dalam hidup ini yang jauh-jauh lebih penting. Somehow kita menjadi malu apabila kita tidak melakukan apa yang diinginkan oleh society.

Itulah kenapa kadang saya cukup takjub melihat desainer-desainer di Project Runway, satu-satunya reality show favorit saya. Kenapa? Kadang saya melihat orang-orang berumur 30-36 tahun, masih dengan ambisinya dan cita-citanya ingin menjadi seorang fashion designer. Woww !!.. that's something. Why? Karena itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi di Indonesia, dimana manusia-manusia nya teramat sosial. Disini, semua orang akan bilang gila kalo ada orang umur 36 tahun masih mencoba mengejar 'dreamjob' nya.

Saya yang meninggalkan kerjaan, menghabiskan tabungan (plus hutang) demi supaya punya album (sebuah memorabilia hidup) aja masih dicaci maki oleh society.
"C'mon! Wake Up !!... go get a job !"
"Udah lah Ga, hidup lo udah berantakan begini, udahin aja.."
"Ga, please deh, lo udah umur segini. Sudahlah, stop playing around with your life.."
Orang-orang kantoran Jakarta, yang tentunya merasa sebagai 'manusia normal' selama ini pun sudah cukup menuding dan menuduh-nuduh saya yang engga-engga. Memberi saran-saran dan nasehat-nasehat yang sangat tidak membangun, dan malah menghancurkan mental. Why? Terimakasih kepada manusia-manusia Indonesia yang 'terlalu' sosial.. !!

Sehingga akhirnya rasanya berat bagi orang yang (saya rasa sih) cukup adventurous seperti saya. Bebannya sangat besar untuk hidup di Jakarta. Saya telah di-cap gila karena mengejar sebuah rencana saya, meninggalkan kerjaan, menyisihkan urusan-urusan perempuan, menjauh dari kehidupan yang settle, dan lain-lain. Capek rasanya. Sangat kontras dibandingkan malah dengan komentar teman-teman saya para office workers di Shanghai, NY, Singapore, London dan Seoul. Yang mana justru mereka ngiri karena keberanian dan kenekatan saya yang demikian besar... Sayang di Indonesia hal seperti ini value nya sangat rendah. Lebih rendah dari sebuah blackberry. hahhahaha

Manusia-manusia Indonesia terbelenggu oleh perkataan-perkataan dalam society mereka, sehingga diskon besar-besaran Crocs tiba-tiba menjadi ajang terbesar bulan ini, tidak memiliki Blackberry menjadi suatu bentuk keacuhan sosial, tidak menyukai musik pop-jazz macam Maliq atau Ecoutez menjadi sebuah ketidak-trendy-an, tidak datang ke sale besar MAP di suatu gedung perkantoran menjadi sebuah ketelatan informasi, Belum pernah nyobain Sour Sally atau Heavenly Blush menjadi sebuah dosa, Belum pernah ke Immigrant menjadi sebuah tanda lengsernya seseorang dari dunia ke-eksis-an pergaulan malam Jakarta, ..... dan seterusnya... Ini di level menengah atas.

Di level menengah bawah, Tidak punya motor menjadi fenomena ketidakgaulan yang akut, tidak memasang ringback tone (nada sambung pribadi) hits-nya ST12 yang terbaru menjadi bukti bahwa seseorang tidak peduli terhadap musik, .. dan seterusnya..

Dan seterusnya pula manusia Indonesia akan terus terbelenggu oleh konsumerisme yang tidak penting, apabila manusia Indonesia terus menjadi makhluk yang 'terlalu' sosial. Dimana setiap manusia berlomba-lomba untuk 'keliatan sama kerennya' (atau lebih keren) dibanding temen-temennya... dengan BB atau iPhone terbaru, makan di social house/potatohead .. atau sebatas menikah terburu-buru dan lalu pamer-pamer foto anak.

hehhehhe (tawa sinis)

Saturday, October 13, 2007

To The Better Place We Seek

Eid is the day of forgiving. It has been one special day we forgive people around us. But it’s still hard for me (and I think will always be) to forgive that beetch (or, famously known as ‘the biyotch’).

So do u think maybe I should rephrase the introduction words above?
Alrite..
Eid has been one special day for us to forgive people around us ‘we loved’. Hahahaha.
But no, cause I did love that damn biyatch, before she turned into a bloodsuckin’ biyotch. But hey rega, cmon. It should be a day of forgiving, so at least u could stop cursing..

Eid is also a day of contemplating and reminiscing. My 1.5 years (more) in Indonesia has been quite an interesting journey. I’m talking of love life here, btw. Who cares about career? Work sucks, man! I am now writing from a laptop in Delhi, India. And I remembered perfectly the last time I came here. It was sometime in April 2006. I remembered that I was constantly texting and constantly calling a certain woman, who has a birth month of February, cause I gave her few jewelleries made from Amethyst. So you my closest friends would know who it was for she has been my eternal crush no.1, my 10 years affair. There was also the presence of the biyotch actually (in that 2006 trip), cause I did brought her several items from turquoise, the stone for the people with birth month of December. But hell, I dun wanna speak of the biyotch anymore. Let her roam free in her biyotchful-artificial-dream.

To think that I could be with just about anyone by now, and it’s always fun to think how it would be like if my life did proceed with one of the women in my last 1.5 yrs (more, really). I could be with AG, rite? But then there was DB. And then there was VI. But later on there was DI, and then also DH. Then LS came along, but disrupted by the presence of IN. which all finally dropped cause at the end I chose SN. There are few others in between but don’t wanna recall. Even sometimes when I see a title of a movie in the past, I can no longer recall whom I went to see that movie with. But the regretful biyotch has been the major title of my life since I got back to Indonesia. Her biyotch act is somewhat unforgiven. It would be easy for people to think that I still have something for dat damn biyotch. But to be honest, no. And this is also why it’s so much fun doing this reminiscing thing. The more I think about biyotch, and the more I think about my past, the more I realise how much I love SN.

I’m not a bastard or a player, but I can say that I’ve been here and there. And it has been my objective to venture about seeking the closest-to-best. And remember what I always say, best is best for each of us. Each of our bests is unique. The perfect woman for you may not be the perfect one for others. That’s why I often said, the ‘best guy’ (in gavaism term) may not be the most handsome bastard who dated the most beautiful women in Jakarta, but the ‘best guy’ is the one who knows his playing-field and the one who’s very much aware of what he’s looking for. Back to the topic, yes I realise how special SN is. Biyotch was special. She was the ‘special one’ (not to be confused with Mourinho the ‘special one’). But her act of biyotchness opened few horizons. Anyone CAN be your special one. But you have to choose yourself. As I mentioned before, I could be with A, or B, or C, or X. DI was nice, but not for me. AG is the most beautiful, but she was just harder to trust. DH was just a total mess. LS and IN were great women and yes they can be special. But SN was more special cause she was the one who were able to wipe out clean LS and IN from my life in one time. She was the one who made me do that (dropped affairs with 2 women simultaneously). I’m not even sure if biyotch could do that. And she changed me, and stopped me from ‘roaming’ my jungle. Hahaha.. enjoyed my time, btw. But really could’ve done more. But anyway, she did change me. That’s what made her more special than all others I’ve encountered in the past 1.5 yrs or so. I don’t have to work hard to trust her, cause I find myself more difficult to trust. Hahaha…

So what’s my point? My point is:
DAMN U BIYOTCH!! YOU CAN JUST GO TO HELL…
BUT HAPPY IDUL FITRI..!! AND PLEASE FORGIVE MY MISTAKES IN THE PAST (including what I’ve just said)… HA HA

No no no… hahahhaa.. I was just kidding. really.

The point I really wanna make is, Eid is the day of reminiscing (Gosh, I’m repeating myself). So it is important for us to reminisce, track down our faults. Discovering mistakes can be easy. But what’s more important is LEARNING from our faults. Do not repeat mistakes! Find our way to the better place we seek.

Yes maybe I have been a bastard, a heartless bastard, to some people. I have done mean deeds. But all to give me mistakes for me to learn from. Sharpen my instincts. Not for me to ‘roam’ again and again, and hurt more feelings. But instincts for me to know what I really seek from a woman and to realise who has the qualifications to stop me from my journey (doesn’t really matter if it’s for temporary or permanent).

My time here in India has given me space to think and to recall the events I’ve encountered. (or specifically in this matter, the women I’ve come across, especially at the end of the biyotch era). And at the end, it cannot be more satisfying than knowing that you’ve done your best, you’ve learnt your best, and you’ve come out with the best result!

So go and track back your mistakes. Recall your mean endeavours. And use your mistakes to move towards your better life. Be it love life, career life, family life, etc.

HAPPY IDUL FITRI
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Ps: don’t forget the first rule of Gavaism study: in order to understand love thoroughly, you have to understand pain thoroughly! Take the risk, jump to the fire, and learn your best!

Wednesday, October 03, 2007

Your Clean Slate Lives

Today i was busy goggle-ing few apartments in kota and north jakarta, for work of course. The interesting thing is that the most search results i got were news/blogs related to karaoke companion (or more familiar with the term Lady Companion), coukong (up to now i still hvnt found out the valid definition of this term, anyone knows?), drug trading, and of course prostitutes; as most of them dwell in these dodgy apartments.

All these remind me of the 'secretive' event i had few weeks ago. But nevermind that, as that will not be the topic here.

So interesting is the life of the "True Jakarta strugglers", as my best friend put it. LCs and prostitutes are such intriguing figures. Somehow they are lost, somehow it seems as if they need help, and somehow you will always have this flash of heroic thoughts that you could be the one who could vindicate one of them.
Some of these strugglers could surprisingly have a monthly income 10 times yours. Yet sadness and hollowness can be seen from their eyes and they're behaviour. Maybe at the end, money has only been a 'short-term' solution to their worries and needs. But money is one they cannot escape from. Not that they don't want to, but they just can't.


Living a clean slate life is a blessing. Not many people have such priviledge. Ask that to them. Nevertheless, it was themselves who made the choice out of so many options they can have in Jakarta. And yes, money will always seem to light their way out of the tunnel.

It's just common sense that one would opt for an average of 10 million rupiah for working only 3 nights in a week as an LC (esp. the 'party' ones), rather than earning around 1.5 million a month for working at a clothing store in a mall.

There r prices you hv to pay for living clean. (i.e. the tougher life attributed by less income), and there r prices you hv to pay for not (i.e. mess up future).

But all these phenomena should but remind us to be grateful for the life we are currently leading. Living straight is a blessing for some people. Ask drug dealers who couldn't get out of the pressure from their drug-dealing networks, ask LCs who couldn't escape their work, as it has been their life-long dream to be findycated.. sorry i mean vindicated.. haha

Sometimes we whine about our jobs, our salaries, our colleagues, and even at jakarta's ever worsening traffic (thx to our president-wannabe governor who has been busy collecting the remaining 'project-money' before stepping down). We often forget how lucky we are.

Tuesday, July 31, 2007

Apa Yang Lo Lakukan Kalau Setiap Lo Jauh Dari Tuhan, Keinginan-keinginan Lo Terpenuhi?



Apa yang lo akan lakukan kalau setiap saat lo jauh dari Tuhan, keinginan2 lo terpenuhi...
dan setiap lo inget sama Tuhan dan lalu sekedar berterimakasih atas apa yang diberikanNya kepada lo, lalu seluruh keinginan2 lo hancur berantakan??
Setiap lo ditimpa kebingungan dan lalu lo berdoa, maka lalu endingnya lo akan diberikan kehancuran...
lucu banget yah...
kadang gue antara kesel, antara benci, antara mau percaya-percaya-engga, dll..
tapi Tuhan itu memang aneh.. dan manusia juga mgkn lebih aneh lagi.
Dunno lah.. Tuhan itu terlalu misterius.. Gue kadang cuma pgn ga lupa diri aja berterimakasih, tapi emang kadang dengan begitu gue malah sering diberi hukuman....
Lucunya kebahagiaan2 seringkali datang disaat gue jauh sekali dengan Dia.
aneh kan?
Kalo lo jadi gue lo akan gimana coba?
Mau mempercayakan hidup lo ama Tuhan? Mau berterimakasih lagi disaat berikutnya?
Atau mau bodo amat... mau kibarkan bendera 'permusuhan' dg Tuhan??
Benar-Salah-Baik-Jahat-Kiri-Kanan-Boleh-TidakBoleh,,, semuanya terlalu rancu

Sunday, June 10, 2007

Hal-hal Tolol Yang Merupakan Karya Terbesar Tuhan

Hurt...
Never liked getting hurt again n again..
or maybe hurting.. don't really enjoy dat either..
Apa sih maksud Tuhan?
Apakah selamanya kita akan hidup untuk saling menyakiti dan disakiti?
Apakah selamanya kita manusia akan cenderung tanpa sadar mengambil pilihan-pilihan yang menyakitkan bagi kita?
Ada yang tau ga sih?

Kenapa yang terjadi tidak pernah sesuai dengan yang kita harapkan?
Kenapa kita semua harus sakit?
Kenapa kita semua harus menyakiti?
Apakah ini karma tak berujung?
Ataukah ini karya Tuhan ? (yaitu menempatkan manusia dalam pressure besar dimana dia akan lalu merasa sangat tidak nyaman)


Buat beberapa orang mungkin ini biasa. Buat beberapa orang ini mungkin hal yg baru dan menantang pikiran. Buat gue sendiri, gue sudah lelah... Bagaimana tidak lelah bila harus menghadapi hal-hal semacam ini hampir setiap saat dalam beberapa tahun terakhir ini?
Lalu apakah kalian pikir gue ''menikmati'' menyakiti hati orang?.. NO NO.. tidak, kok!
Tapi lalu apakah karena gue menyakiti terus orang2 (yang padahal gue tidak menikmati hal ini sama sekali) maka lalu gue juga layak disakiti terus2an??
Apakah ada yang tahu persamaan antara cinta, benci, sakit, dan senang?
Tidak ada persamaannya selain daripada bahwa mereka semua adalah hal-hal yang sangat tolol dan rancu yang namun sangat mampu mengontrol hidup kita. . . .  Karya Tuhan yang paling besar!!

Karya Tuhan yang paling besar adalah rasa cinta dan rasa sakit!
Dua hal paling tolol yang pernah gue temui di dunia, karena ke-tidak valid-an nya.. Namun juga dua hal yang paling bisa membuat gue gila... Gila segila-gilanya..
seperti sekarang ini.
Terimakasih Tuhan, karena telah membuatku gila. Saya harap Engkau punya maksud tertentu, karena saya sudah menanti bertahun-tahun di tempat yang sama, hanya untuk mengetahui jawabanMu.

Sunday, May 20, 2007

The Wisest Thing is To Do Nothing

Do you know?

Sometimes the wisest thing to do is to do nothing..
Sometimes the most objective thing is to just be selfish...

It's been almost a month. Dunno what else's gonna happen next week, as the chess game continues...
some are 100% sure..
some are 50:50..
some others like me.. could be 33:33:33
even from last week, it may turned to be 25:25:25:25.... hahhaha
me and my options.. to the end.
Do you know?

Saturday, August 12, 2006

Antara Sakit dan Setan

Antara Sakit dan Setan...
Antara kumbang dan macan...
Tak akan ada habisnya perdebatan ini.. karena kau yang setan dan aku yang sakit!

Kapten: Aku sakiiiiiiiit!.. sesakit-sakitnya..(sunyi)
Aku hancuuuuuuur!.. sehancur-hancurnya..
Menjadi debu... dan tertiup angin..(kapten bertekuk lutut, dengan kedua tangannya dikepal di depan dadanya, dengan muka meringis)

Nakhoda: (datang dengan terhuyung-huyung) Tapi ini semua ngaco karena kau.. kau yang ngaco..
kau setan!.. sesetan-setannya..

Kapten: Sudah jelaslah setannya bukan padaku. (menepuk dadanya) Aku bukanlah setan. Karena aku sakit!..(menepuk kembali dadanya)
jelas bukan?
....
Ini semua ngaco karena ia!.. ia yang setan!.. sesetan-setannya! (dengan jari menunjuk ke arah barat)

Nakhoda: Mungkin kau sakit tapi mungkinkah kau setan dalam saat yang bersamaan? Sakit tapi setan?

Kapten: Ah tidak! tidak mungkin!Tak ada itu Sakit tapi Setan! Teman tapi mesran mungkin!

Nakhoda: Mesra!

Kapten: Mesra tak berirama dengan setan!!.. (sambil menyalakan pipa nya dg korek api kayu dari saku jaketnya) kau lihat??..Karena memang setan tidak akan mesra! Mesra tidak berirama dengan setan!!

Nakhoda: Sakit adalah sakit!.. dan setan selamanya akan kukutuk!.. Setan kah ia?

Kapten: Ia setan!! ...Sekarang biar semua orang percaya. Karena aku sudah lelah. Lelah menjadi setan, dituduh setan, dan lalu disetani.. apa aku ini petani? yang membuat nasi menjadi ada tapi kok lalu mencari sesuap nasi..?
Mungkin aku petani, tapi jelas aku disetani.
Dan sekarang aku butuh ditemani!...

Cuma kamu yang bisa menjadi setan. Karena aku sakit. Dan kalau aku sakit aku tidak mgkn adalah setan. Dan aku tak mau peduli lagi. aku sakit. dan aku sakit sambil berdiri!.. entah apa itu rasanya.. yah mgkn begini.

Aku sakit.... sesakit-sakitnya!
Aku hancur.. sehancur-hancurnya!
Menjadi debu..,
dan tertiup angin......!

Friday, June 09, 2006

The Perfect One vs The Perfect Timing

Marriage: The Perfect One or The Perfect Timing?

The Perfect One
 3

The Perfect Timing
 7

I'm so naive, i choose both pls.
 7
A never ending debate, esp. between men and women.

Anda lebih percaya yg mana:
Marriage: The perfect one atau the perfect timing?


Materi ini telah dibahas bbrp kali dalam diskusi2 informal. Sudah diangkat dalam topik multiply oleh kawan saya jeng mir (maka blog ini pun akan anda temukan di multiply saya berikut polling nya). Sekarang bila opini para laki2 dan para wanita ternyata berbeda, dimanakah kita bisa menemukah titik tengahnya?

Kita tentunya sudah lama mengerti akan kehidupan percintaan, dan pasti di umur2 kalian yg segini (kalo gue sih engga, secara gue masih 19 taun) pasti kalian dah mikirin ke depan kan?
Nah tapi sekarang pertanyaannya, masih naif kah kita untuk masih mempercayai bahwa suatu saat nanti there's gonna be the perfect one and he's gonna come at the perfect time, and you'll get married and live happily ever after??
Does this stupid nonsense dream really exists?.. I know some ppl would probably shout,"yes! cz  It happened to me!".. No but I want a general answer!.

Now since there is no such thing as the perfect person and the perfect timing obtainable together, which do you prefer??... or rather, you believe in..?
Finding the right person..??... or finding the right timing?..

And you know why this is a never ending debate at these ages (once again, your ages!... not my age since I'm still 19. hahahah :D)??..., it's because apparently most women would answer 'the perfect one', and most men would answer 'the perfect timing'.

The story of the perfect couple who never got married
Now I hv few cases showing why men chose the perfect timing:
Pasti sering denger dan liat
kan ttg pasangan yg udah pacaran lama? 7 taun lah, 9 taun, 10 taun lah.. Dan ketika mau menikah, tau2 diam2 cowonya selingkuh. Trus next thing u know, pernikahannya batal, dan buntutnya si cowo bbrp bulan/tahun kemudian menikah dg cewe baru ini. Sementara cewe nya yg udah pacaran lama itu end up hancur hatinya. sering bgt kan??

Ini tak lain karena sbnrnya pada saat itu si lelaki gak siap utk nikah. Krn panik, dia cari pelampiasan trakhir/ permainan trakhir/ korban trakhir/ or whateva lah. Jadilah dia berselingkuh dg seorang wanita. Yang mana sementara dia panik krn mikir harus kawin dalam waktu dekat. Dan dan spt gue dah sering cerita ke tmn2 gue, bila laki2 dalam keadaan terdesak dia akan buta dan paling2 ngikutin kata hati nya!!. Apa kata hatinya?... si cewe baru. Kenapa begitu?.. karena memang belakangan intensitas si lelaki dg cewe baru lebih tinggi, didukung jg oleh ke-parno-an psikologis bahwa dia akan menikah (dg cewe yg lama). Jadi pada saat dia menjadi blind dan tidak memiliki access ke SuperEgo nya, maka yg akan diikuti hanya Ego dan mgkn sedikit Id juga, yg tentunya me-refer kepada si cewe yang baru. Inilah sedikit banyak sebab terjadinya kasus2 seperti ini.

It's all about the perfect timing
Atau pernah gak ngeliat cowo yg udah pacaran lama ama cewe yg hampir perfect, misalnya. (perfect dlm arti mis: cantik, baik, pintar, soleh, sayang keluarga, anak baik2, etc.), tapi tau2 malah wanita yg dia end up marrying adalah cewe yg ga ada bagus2nya. Cewe nakal lah, atau cewe yg lebih berantakan lahh..why? why? why???.... kembali lagi ke jawaban mereka. It's all about the perfect timing!!

Wanita yang datang di saat yang tepat, disaat kami siap (walau ga pernah ada kata siap), itu lah yang akan kami nikahi.

Dari beragam laki2 yang masuk ke lab kami, dengan majority umur 22-30 kebanyakan akan mengakui bahwa dirinya tidaklah mencari the perfect one lagi. Yang mau menikah akan mengakui bahwa calon istrinya jauh dari kriteria nya, yang sudah menikah juga mengakui bahwa istrinya dulu dinikahinya walaupun ia tidak memiliki kelebihan2 dibandingkan dg mantan2 pacarnya sebelumnya bahkan mungkin kekurangan yang besar. Mengacu juga ke studi yang dilakukan seorang mahasiswa PhD LSE yg lulusan S1 dari UI psikologi, dikarenakan beberapa korespondennya sama; Salah seorang koresponden bahkan mengakui bahwa ia sangat menyenangi wanita justru karena kekurangan2 mereka. Dikarenakan, katanya, bahwa dirinya sudah sangat perfect, sehingga amat sulit untuk mencari ke-perfect-an dari seorang wanita. Sehingga ia lebih memutuskan untuk mencari ketidak perfect-an dari para wanita sehingga bisa tercapai kerjasama dan hubungan yang lebih pas. Koresponden lain yang juga tak ingin disebut namanya, mengakui dirinya terinspirasi oleh lagu Ada Band yaitu "Karena Wanita ingin dimengerti", dan semenjak itu ia memutuskan untuk terus 'mencoba mengerti' cewe2 yg berkepribadian aneh. Katanya, "Semakin cewenya aneh dan agak2 psycho, semakin menantang untuk dimengerti.."

..Or is it all about the perfect one?
Tapi setelah wawancara demi wawancara dg para wanita, mereka lebih memilih the perfect one. why? why? why??.. Banyak wanita dalam usia2 spt kalian skarang (skali lagi, usia kalian!!!.. HAHAHHAH), yang sebenernya udah siap. Begitu jg dg bbrp wanita yg kami tes dan interview di lab kami. Tetapi mereka juga resah karena mereka tidak bisa kemana2. Nothing they can do, cz they haven't found their so called perfect one yet.

Beberapa dari wanita2 ini adalah wanita2 yg bisa pergi date dg cowo berbeda kira2 2 atau 3 kali seminggu, dan memiliki hubungan dekat dg beberapa pria, atau sibuk dijodoh2kan oleh teman2nya. Namun dengan stok pria yg begitu banyak, yg beberapa tentuny tergila2.
Ada yg ngajak kawin lah,, ada yg udah ngajak ketemu orangtuanya lahh.. (Aneh banget sih lo semua cowo2 jaman sekarang!.. psaikoo jg!!..). Tapi... tetap saja mereka tidak segampang itu untuk lalu menikah. ini dikarenakan bahwa bagi mereka The perfect one belum hadir di hati mereka. Dan selama itu belum ada, walaupun mereka mondar mandir sana sini, maen2 cowo sana sini, tetep aja hatinya hampa dan ga mau kawin juga.

Jadi eventhough mereka sudah di 'perfect timing' tapi wanita2 ini blum bisa mau menikah, karena belum ada 'the perfect one' nya.. Riset telah menunjukkan bahwa wanita2 masih mencari kriteria2 ke-perfect-an ini di diri pria, dan ini masih penting. (bandingkan dg para pria yg menerima bahwa wanita2 emang jauh dari perfect: ada yg jelek tapi oke, ada yg cantik bgt tp bego, ada yg oke tapi nakal, etc.).

How it all comes down together
Pria menyadari ktidakperfect-an wanita, mencoba mengerti. Namun tidak akan 'siap' kalau belum tepat waktunya. Sementara Wanita mencari kualitas2 tertentu dari pria (kriteria perfect mereka), namun jauh lebih 'siap' untuk menikah sewaktu2 begitu the perfect one nya ketemu.

Solusinya?..... Yahh berbahagialah bagi pria yg pada perfect timing dimana ia sudah cukup siap, lalu tiba2 ia menemukan wanita yg sbnrnya juga ga gimana2 banget, tapi wanita ini menganggap dia the perfect one.... Nahh beres kann????
Makanya ada lagu. "wanita dijajah pria sejak dulu...".. abisan pria2 pada perfect dan wanita2 kagak.. gmn dong???
comments are most welcome!! :)
Regawa Paramasiddi
Graduate School of Gavaism
Pangudi Luhur Institute of Women Studies
Brawijaya IV, Kebayoran Baru
Jakarta

Tuesday, May 30, 2006

Pernahkah Anda Merasa Tambah Bego?

Saya sering.

Kayaknya gue jauh lebih pinter akhir taun lalu, disaat gue mengerjakan proyek2 pedestrian movement analysisnya ISP, dengan software MapInfo yang gue kuasai dalam sebulan.

Kayaknya gue jauh lebih pinter awal tahun lalu, disaat gue harus bekutat dengan 9 ujian dalam rentang waktu 2 minggu. Mencoba memahami semua materi2 real estate investment. Something I have never even heard of 2 years before. Ekonomi aja kaga ngarti.. boro2 finance.

Kayaknya gue jauh lebih pinter 2 tahun yang lalu disaat gue harus memanage project renovasi ballroom2 Dharmawangsa bernilai total lebih dari 1 milyar, dg 5 kontraktor+supplier, interior designer dari owner yg cerewet, chef yang berisik banyak maunya, dan only 2 weeks of available working time... gue kerjain sendiri.. selesai.. i dunno how i did it.

Kayaknya gue jauh lebih pinter 5 tahun yang lalu disaat gue berkutik dengan skripsi brilian (kata dosen2 lho) saya ttg blok M..

kayaknya gue jauh lebih pinter 15 tahun yang lalu.. disaat gue dengan yakinnya ngasih tau jawaban soal essay trakhir matematika kelas 6 yang paling susah... i was kelas 5 at that time. The 6th grade kid came to my class and thanked me the day after. Never know how i did it...

NOW?
gue ga lain dari seorang musisi.... tepatnya, seorang pengangguran, pemabuk, tukang hura-hura..
Kepala gue udah pusing banget beberapa hari ini. Terlalu banyak alkohol, cimeng, rokok, alkohol, cimeng, rokok, selama 4 bulan gue di Jakarta.
Tinggal beberapa taun lagi gue begini, maka gaya ngomong gue bakal dah kayak bimbim slank.
Uang2 tabungan gue menurun drastis... But those girls, those alcohols, those marijuanas, will never be enough.
My life has never been this complicated.. but I'm enjoying every second of it.

So here is the new Raygava....
one who doesn't care anymore about social and economical background, intellectual, knowledge, maturity, politics, ethics, politeness.. one who doesn't care much anymore about the system. yet I feel more free than ever...

you should try it!
why not?
Everyone wants to be a success.. So what? nuthin new there.. Look at all those morons who keep chasing their stupid 'money dreams' (i call it money dreams, cz i know tey're all driven by money)... so yeah everyone wants to work abroad.... everyone wants to be a manager somewhere... everyone wants to be rich. Everyone wants to be in the system!!. C'mon be a bit creative!

Mungkin gue lebih bodoh... mungkin gue makin bodoh...

Tapi mungkin juga gue lebih pintar... dan mungkin juga gue makin pintar..

Monday, March 13, 2006

Drugs and Medicine

So, mari kita beri polling. (kacang poling). Jujur, apakah pasangan (atau pria/wanita yg paling dekat dg anda) menurut diri anda adalah drug bagi anda.. ataukah medicine?

Ya, dia memang Drug!!.. very very very addictive, tapi gue merasa sifat2nya ga bagus buat tar jangka panjang deh..
 2

Hmm.. Mgkn lebih ke Medicine kali yah? gue jg ga demen bgt tapi kyknya bagus aja buat long termnya..
 4
Kata 'drug' memiliki konotasi yang lebih buruk dibandingkan dengan 'medicine'. 'Drug' kerap diterima sebagai sesuai yg adiktif yg padahal kita tahu tidak memiliki manfaat bahkan memberikan kerugian.
Sementara 'Medicine' kerap diterima sebagai hal yg menyembuhkan.

Apabila kita merasakan diri kita begitu terikat, begitu terpaku, begitu terhipnotis oleh seseorang, dan lalu kita sebut seseorang tersebut 'drug'; maka seseorang itu sebenarnya di bawah sadar kita sebenarnya telah kita terima sebagai hal yg buruk dan memberi pengaruh negatif kepada diri kita.
Inilah yang kerap manusia, kita, tidak sadarkan diri. Merasakan kebutuhan yang tinggi bahkan kadang absolut akan kehadiran/ cinta/ kasih/ sayang/ perhatian seseorang itu memang normal. Namun kadang bila diperhatikan, ada masa2 dimana kita akan bilang (mgkn ke diri kita sendiri): "She/he's a drug!!.. and I can't stop!!".... atau "Gila nih cewe/cowo, bikin gue sakau"....
Nah, maka tanpa sadari sebenarnya kita sudah menaruh diri orang tersebut ke kelompok yg negatif. Maka dalam logikanya seharusnya manusia bisa lalu berusaha keras untuk berhenti dan tidak lagi 'mengharapkan' hal2 yg positif dari sebuah 'drug'. Kita semua tahu bahwa berhenti dari drug itu memang sulit, namun drug (literally) lebih secara sadar kita terima sebagai hal yg buruk dan tak bermanfaat, sehingga terbentuk self concious yg lebih besar utk berhenti.
Masalahnya bahwa hal ini tidak berlaku bagi hubungan sosial/cinta manusia, dimana manusia sbagai makhluk pemaaf lebih kerap memberikan maaf dan mengharapkan perubahan dan hal2 yg positif untuk terjadi. Padahal titik dimana kita menyebut seseorang sbg 'drug' harusnya sudah diakui sebagai titik dimana kita tau orang itu tdk memiliki manfaat dan malah merugikan, yg seharusnya membuat diri kita manusia lebih gampang untuk lalu menyadari kerugian2 yg telah dan akan terjadi dan lalu pergi.

Demikian kiranya renungan singkat dari saya...
Sehingga mungkin bisa direnungkan..

siapakah Drug dan siapakah Medicine di hidup anda???..

Apakah pacar anda membuat diri anda merasa dia seperti 'drug'? berarti itu tidaklah sehat. Dan sudah selayaknya anda pergi.

Apakah gebetan anda/ selingkuhan anda/ mantan pacar anda membuat anda merasa dia seperti 'drug'?.. maka sebaiknya pula kita berhenti dan move on...
-------------------------------------------------------------------
Medicine bisa jadi rasanya tidak enak dan memiliki efek samping yg sering mengganggu, namun ia menyembuhkan secara long term.
Drug bisa jadi rasanya nikmat dan membuat kita senang, namun menghancurkan secara long term.
-----------------------------------------------------------------------------

Sunday, February 19, 2006

Kasihanilah Mereka Yang Tidak Tahu Harus Berdiri Dimana....

Kasihanilah Mereka yang Tidak Tahu Harus Berdiri Dimana......

Mengapa? Ya iya lahh... kasihan, tau. Mereka bingung diri mereka siapa.. Mereka bingung karena mereka pun gak punya identitas.. alias gak tau identitas sbenernya. Bingung?.. Simak dulu.. karena mgkn aja gue ngomongin tentang orang2 kayak elo.

Kasihani Mereka yang ngerasa kalo mereka orang2 yang miskin/ sederhana.. tapi kehidupannya masih sibuk diselimuti bantuan dari 'pembokat' atao 'supir'... Kasihan mereka2 yg ngaku2 sederhana tapi nyewa flat jauh diatas harga average untuk orang dg status spt dirinya.... Kasihan mereka2 yg sok sederhana tapi omongannya aja berbau duit dan segala hal yg paling bling dari semua yg bling.

Kasihanilah mereka yang gak tau mereka itu siapa.. Gak tau mereka berada di Indonesia atau di luar negeri sampe2 isi dompetnya kok gak nyambung yah?.. spt mis: hidup di UK tapi isi dompetnya ada ATM BCA dan ATM Mandiri, dan kartu member di suatu gym.. misalnya... atau yahh sebaliknya lah...hidup di Indo tapi dompet berisi kartu oyster, kartu2 debit, dan kartu2 kadaluwarsa lainnya dari inggris.. Kasihani mereka yg menginginkan diri mereka berada di suatu tempat yg menurut mereka enak padahal mereka bisa survive disitu karena orang lain.. Spt mis: Mahasiswa (atau bisa jg bekas mahasiswa) yg merasa betah di negara luar spt di US atau di Eropa.. males pulang karena Indonesia jelek dan gak teratur, gak asik, gak enak, panas, etc.etc, padahal mereka lupa kalo selama ini mereka bisa nafas bisa makan, bisa kentut, dan bisa bobo di atas tempat tidur adalah karena kiriman duit dari emak bapaknya yg meras keringat dari sini demi biar anaknya hidup enak.. (sebagaimanapun mereka akan menyangkal "engga kok.. gue kan skrg biayain hidup gue sendiri.. gue kan kerja".. ahhh old story.. as if I didnt know waktu mereka bilang begitu) ... Skrg kalo dipikir, ketimbang ngomel2 kenapa gak sekalian aja mereka bunuh orangtua mereka, DORRR tembak ditempat,.. ambil duitnya dan balik deh sana 'hidup enak'..

Kasihanilah mereka yg mencari status dan mencari posisi disaat mereka bukanlah siapa2... Disaat mereka benar2 kembali dan omongan saya terbukti.. (Ingat kata2 saya, Di Jakarta Anda bukan Siapa2?) .. disaat mereka tau bahwa mereka bukan siapa2 lah adalah saat dimana mereka akan berkoar paling banyakk...
Liat aja DJ Indo kampung yg ngaku2 asik di UK yg dari dulu gak bisa abis berkoar dari mulai cela KBRI, cela PPIL, .. padahal mixing aja masih kaga becus.. kalah ama anak SMA jaman sekarang... Duh mudah2an temen2 gak jadi kayak begini yahhh,., kebanyakan berkoar dan ngomong yg gak perlu karena mereka 'gak penting'...

Kenapa harus takut menjadi gak penting??.. Itukah alasan mereka begitu cintanya pada kehidupan mereka sebelumnya di tempat/ domisili sebelumnya??..Karena mereka 'kira' mereka disana bisa penting.. Duh, salah teman.. Justru anda akan semakin bijaksana di tempat dimana anda tidak penting. Anda akan semakin dewasa dan faham akan hakikah hidup di tempat dimana anda tak memiliki kuasa banyak entah akan apa itu.

Bisa dibilang gue kecewa.. walau gue gak tau kecewa akan apa... Jelas bukan akan Jakarta karena Jakarta adalah surga buat gue, jelas bukan akan diri gue, karena diri gue selalu tau dimana gue berdiri dan kemana gue akan melangkah...
Mgkn karena gue melihat beberapa dari teman2 gue menjadi orang2 yg sangat gue benci..
.. dan gue rasa kalo kalian selalu menyimak isi blog gue... akan kalian ketahui apa yg paling gue benci dari seorang manusia Indonesia..

Kasihanilah Mereka yang Tidak Tahu Harus Berdiri Dimana......

Entah sampe kapan manusia2 Indonesia harus dididik dan harus refleksi..
sebatas untuk melakukan hal2 yg super sederhana..
spt
1.Inget Tuhan yg udah baik ngasih lo hidup dan kesempatan..
2.Berterimakasih pd ortu yg udah ngelakuin segala hal buat diri lo dan memberi lo kemudahan.
3.Untuk ngaca diri.. dan lihat kedalam.. akui bila diri cemen.. akui bila diri borju.. akui bila diri orang indo... akui bila diirimu suka nipu orang.. akui bila dirimu kampungan.... akui bila diri gak bisa ini.. gak bisa itu.. akui kalau dirimu 'terbatas'.. you are NOT GOD !!..we are human..

gue?.. gue anak borju!..
walau gue gak ada apa2nya dibanding geng borju dulu di London.. ataupun anak2 yg 'ngaku2' sederhana... walaupun gue mgkn mahasiswa yg paling kikir dan pelit dulu waktu di London..yg gue yakin expenses gue selama 1.5 taun di London paling2 cuman gak lebih dari setengah dari expense normal mahasiswa2 indo lain... tetep gue akan bilang gue anak borju.. alhamdulillah orangtua gue orang mampu.. gue punya banyak fasilitas..
.tapi..
  • gue tau dimana gue berdiri.. gue orang indonesia.. gue cinta indonesia.. dan kemaren gue memilih Indonesia diatas luar negeri.. and I didnt regret a single bit!!..
  • gue bisa maen musik mayan tapi gak jago2 banget jadi gue gak akan melebih2kan hal yg gue bukan...gue mgkn akan bilang kalo gue mayan dalam bikin lagu.. tapi seumur2 gue gak akan bilang suara gue bagus dan gue gak akan blg maen gitar gue jago....
  • gue tau gue 'mayan' pinter tapi gue gak akan bilang gue hebat atau gue orang yg paling ngerti real estate investment, karena gue tau gue juga masih cemen bahkan di Indonesia ini yg sektor properti masih primitif, tetep gue masih cemen disinipun.....
  • gue mgkn bisa anytime balik ke London unlike some of my friends who r willing to kill anyone just to be able to return to London.. all I have to do is make one phone call to my ex-boss... tapi gue tau cari kerja di Indo gak gampang dan gue paham banget kerasnya persaingan disini..gue gak pernah nganggep remeh sama sekali.. dan gue gak akan bertingkah kyk pengecut yg back out dan cari mudahnya aja (balik aja ke UK).
  • gw mgkn pernah kuliah di London sebentar cuman secuil dari hidup gue.. jadi gue gak akan bilang bahwa Indonesia tuh jelek banget, London tuh keren banget.. gue gak akan bertingkah laku sbg orang yg paling tau ttg London/ UK... gak kyk org2 yg hidup di luar negeri paling banter cuman 1/5 dari total masa hidupnya tapi ngerasa udah kyk org dari negara tsb.
  • Gue gak pernah mencari posisi atau status... apalagi dg berkoar2.. gue berkoar di multiply.. ini bukan koar-an tapi curhat-an gue... sekaligus 'pendidikan' buat bbrp orang2 yg mental cemennya masih perlu dibenahin.
Hikmahnya adalah.. manusia gak akan pernah bingung kalo dia tahu apa yg dia mau...
manusia yg gak tau mau taro kakinya dimana akan selamanya hidup dalam ilusi yg terus mengambang...

If u r borju.. say u r borju..
If u r cemen.. say u r cemen..
If u love another country then just say it.. gak usah ngaku2 org indo tulen.. (pindah warganegara aja kalo perlu, pusing amat)..

If u r orang jahat... liat ke kaca dan akui lo org jahat...
If u abuse people.. akui u abuse people..
If u r a 'wannabe',... say u r a 'wannabe'

perbaiki mental Indonesia dg memperbaiki mental anda..
Indonesia akan terus cemen kalo orang2nya masih bermental cemen semua..
Indonesia akan terus pathetic kalo orang2nya masih pathetic semua..

Kata-kata dan kalimat-kalimat yg keras dan tajam sengaja dimasukkan demi agar pesan yg disampaikan mampu menusuk kedalam dada dan menyentuh hati. Bukan maksud saya buat menyakiti perasaan. Melainkan hanya sedikit kritikan dan komentar keras untuk 'mencolek' kejantanan dari mental manusia2 Indonesia.

Thursday, January 19, 2006

Di Jakarta, Anda Bukan Siapa-siapa

Basi ah ngomong dg bahasa inggris..plus my english sucks... mendingan pake bahasa indonesa nyang mhantebb..

Sebenernya gue pengen ceritain ini dah dari minggu lalu.. cuman yahh gpp lah.. at least harus dikeluarkan.. biar orang2 tahu..

okeh.. jadi judul ceritanya adalah:
"Di Jakarta anda bukan siapa-siapa"

(Catatan: Jakarta disini gak berarti murni Jakarta as a city.. tapi lebih sbagai metafor akan Indonesia.. or home.. so no offense buat yg bukan anak jakarta.. krn bisa aja jakarta disini metafor kota anda)
Di Jakarta anda bukan siapa-siapa. Yak benar!!!..
bingung??..
Jakarta dalah gudang dari segala gudang dari segala hal Indonesian.
Cewe2 Indonesia paling cantik yah di Jakarta.. Cowo2 Indonesia yg paling ganteng, atau bodinya paling oke.. atau paling hebat.. semua ada di Jakarta..
Lo pikir persaingan pekerjaan paling berat bagi manusia Indonesia ada dimana?.. New York?.. London..? Singapore?.. salah berat.. persaingan paling berat ada di Jakarta.. Karena percaya ato engga orang2 pinter yg di jakarta bisa jadi jauh lebih pinter dari orang2 Indo yg kerja di Merril Lynch di NY... ato orang-orang yg kerja di Deutsche Bank di London..
Di Jakarta, lulusan s2 numpuk dimana2.. dari mulai lulusan MM-UI, PrasMul,.. sampe lulusan2 dari luar negeri, dari mulai Harvard, LBS, RSM, sampe universitas2 kacangan dari segala penjuru dunia.. Semua numpuk di Jakarta.. mencari pekerjaan bagus dng gaji tinggi?.. Lo pikir kerja di luar negeri hebat?... lihat2 lagi.. LIhat ke kampung lo yg udah selama ini lo lupakan.. betapa di sana lo bakal bertempur lebih keras.
Di Jakarta, anda bukan siapa2.. Karena di Jakarta, musisi2 paling talented ada segudang dan udah numpuk... dari mulai pemain gitar jazz lulusan Berkeley, presenter radio yg juga frontman sebuah band dg skill gitar yg mantab, .. itu baru bbrp temen2 gue yg gue kenal deket... gimana yg laen2 yg gue gak kenal?? .....intinya, you are nothing!!!!..
temen2 gue maen di Java jazz di lebih dari 2 band!!.. sinting ga??.. YOU ARE NOTHING!!!!
Di Jakarta lo bukan siapa2.. Karena lo jadi gak begitu cantik... dan gue jadi gak ganteng sama sekali (itu sih dimanapun kali yah??,, hahaha).. you are nothing!..you are no one..!!
Ini semua gara2 minggu lalu 2 orang sahabat gue mengutarakan hal yg serupa dan bener2 ngingetin gue.. yg intinya adalah bahwa saat gue balik ke Indo. gue bukan siapa2.,.. krn nobody cares abt me.. gue bukan org penting...gue manusia biasa2 aja.. Permainan gitar gue, skill bikin lagu gue,.. semuanya super super cemen dibanding org2 lain di Jakarta...
Isi otak gue..ilmu gue.. dan pengalaman gue semuanya super cemen dibanding anak2 indo laen yg udah kena tamparan2 keras persaingan kapitalis di Jakarta (yg harus diakui makin lama makin ga sehat.. tp apa boleh buat?)...
gue pikir gue lulusan Cass bisa jadi org hebat?.. gue pikir gue sbg MSc Real Estate Inv. bisa berbuat banyak di industri real estate indo??.. TEEEETTTT.. wrong!.. maybe not!... di Indo juga byk lulusan2 top 20 dari US.. ato skalian deh ..lulusan2 Harvard, MIT, Columbia.. sekolah2 yg nolak lo.. mana bisa lo jadi hebat??..You are nobody..
gue pikir gue bisa berbuat banyak di dunia musik??.. mengandalkan skill bikin lagu gue plus skill maen gitar gue??.. ya elahhh gaaa.. orang kyk elo ada kali ratusan juga di Jakarta.. You are not special.. you are nobody!!...
Belum lagi dg persaingan musik di Indo yg udah 100x lebih ketat dibanding dulu pas lo masih SMA.. ato engga 100x lipet dari apa yg lo bayang2kan/ impi2kan dari jauh dari London..
gue pikir gue bisa kembali lagi connect dg pergaulan jkt skrg?.. dg cewe2 jkt skrg?...lo pikir lo bisa ber'gavaisme' lagi di Jakarta?.... hmmm.. TEETTT. think again.. maybe not!/... cos you are nobody.. ganteng kaga.. tajir kaga (bandingin sama anak2 borju yg disekolahin keluar negeri yg selama ini gue selalu tentang.. yahh mana ada apa-apa nya lo dibanding mereka2 yg spend berribu2 pounds buat biaya hidup sebulan)... gimana gue mau bikin mabok cewe2 matre jakarta coba?...wong anak2 sekarang makin borju2.... hahahah
gue am nobody!.. not rich!.. not 'money'!... not interesting..
itu gue ambil contoh diri gue sendiri.. dan itu bisa direfleksikan ke hidup siapa aja.
So.. mari kita sama2 refleksi dan lihat hidup kita....
(terutama buat yg masih pada di luar negeri)
apakah kita masih merasa kita hebat?..
merasa diri kalian cantik dan bakal laku??..
merasa diri kalian pinter dan bakal sukses kalo balik?...
merasa diri kalian yg bekerja di luar adalah lebih hebat dari temen2 kalian yg di Jakarta?
merasa diri kalian lebih berbakat dan lebih punya kesempatan?...
itu semua namanya 'efek fatamorgana'. Dimana lo merasa melihat air.. dari kejauhan.. tapi yah air itu justru terlihat karena kalian jauh.. kalo kalian dekati yah yg ada hanyalah permukaan yg panas dari sinar matahari yg terik..
duhh.. kyknya brarti kita harus mikir2 lagi kali yah?...