Pages

Showing posts with label Career Life. Show all posts
Showing posts with label Career Life. Show all posts

Monday, January 31, 2011

Dark Salary

"My Salary may be blind, but it can see in the dark..."

DARK SALARY
Starring: Lorenzo Malas


Gaji buta? Ahh itu sudah biasa.
Selain kita, saya yakin ada jutaan umat manusia yang mengalami 'fenomena' gaji buta. Gaji buta sah sah saja. Misalkan anda bekerja untuk perusahaan konsultan, lalu di dalam jeda diantara proyek tentunya anda akan mengalami fenomena gaji buta ini. Tapi menurut saya tetap ada perbedaan pokok antara gaji buta yang baik dan gaji buta yang tidak baik. 

Gaji buta bisa diklasifikasikan menjadi gaji buta temporer dan gaji buta permanen (atau disebut gaji buta menahun). GBT atau Gaji Buta Temporer adalah seperti gaji buta yang saya jelaskan sebelumnya, yaitu yang bersifat sementara. Sementara itu, GBM atau Gaji Buta Menahun, adalah tipe gaji buta yang bersifat lebih permanen atau terjadi terus-menerus dalam kurun waktu yang lama sehingga menjadi penyakit dalam perusahaan.

Gaji Buta itu Seperti Kentut
Selain GBT dan GBM sebenarnya ada lagi yaitu GBJ yaitu Gaji Buta Jujur: Orang-orang yang merasa gak enak bahwa dirinya sedang dalam fenomena gaji buta dan mengaku dengan jujur bahwa ia menerima gaji buta. Inilah tipe gaji-butawan yang lebih arif. Seperti halnya kentut, apabila seseorang sedang dalam fenomena gaji buta maka akan lebih bijaksana dan menguntungkan khalayak umum apabila orang tersebut mengaku saja. Tukang kentut yang tidak mengaku, on the other hand, memberikan segenap masalah kepada lingkungan sekitar.

Permasalahan lalu timbul disaat sebuah negara atau kawasan atau daerah memiliki GBM yang jauh lebih tinggi daripada GBT. Kebanyakan GBM, tentu saja kita semua faham, terjadi di lingkungan instansi pemerintahan, terlebih di pemerintahan-pemerintahan daerah, di hampir semua lini dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Yang lebih parahnya, kebanyakan gaji-butawan dan gaji-butawati yang bekerja di pemerintahan atau pegawai negeri sipil ini bukan hanya GBM tetapi secara bersamaan juga GBD (alias Gaji Buta Denial, yang tak lain adalah kebalikan daripada GBJ), yang tidak merasa sedikit pun bersalah bahwa mereka mendapatkan upah (belum termasuk tambahan dari proyek) untuk pekerjaan yang bisa dibilang hampir tidak ada. Atau istilah lainnya, tukang kentut yang tidak mau ngaku.

GBM dari Pegawai Negeri Sipil
Laporan dari Bappenas yang sudah agak lama menunjukkan bahwa pada tahun 2008 saja tercatat ada 825 ribu PNS pusat dan 3,2 juta PNS daerah. Dari sini bisa kita lihat bahwa pegawai pemerintahan daerah mencapai 80% dari seluruh PNS di negara ini. Luar biasa bukan? Sementara, bagi kawan-kawan yang pernah menyambangi kantor-kantor Pemda di daerah, tentu sudah tidak asing lagi dengan pemandangannya.


Pemandangan yang normal dari sebuah kantor instansi Pemda:
  • Meja kayu berwarna coklat tua era 70-80an yang kosong (biasanya kalo di daerah kotamadya meja nya sudah warna coklat muda era tahun 90an-2000an)
  • Meja ini akan memiliki beberapa laci di bawahnya. Dimana kalau misal anda menanyakan sebuah data atau informasi atau kepengurusan administratif apapun maka sosok GajiButawan/wati yang melayani anda akan berpura-pura membuka laci meja, dan anda dapat mengintip bahwa laci nya hampir kosong. Kecuali terkadang mungkin bisa terlihat ada kue-kue basah yang disimpan, atau sachet kopi ABC susu, atau terkadang tabloid gosip, tergantung kepada lokasi kantor pemda ini dan preferensi pribadi dari GajiButawan/wati tersebut
  • Biasanya di kantor tersebut akan ditemukan perbandingan meja dengan orang sebanyak 5:2. Dengan kata lain, bila ada 5 meja GajiButawan/wati Pemda, maka biasanya anda akan menemukan 2 orang di ruangan tersebut. Bukan berarti karyawan di ruangan tersebut ada 2, melainkan ada 6. Tapi yang 4 ya entah kemana. Ada yang pura-pura survei, ada yang ikut rapat Bupati, hingga ada yang nongkrong di warung kopi dekat rumahnya.
  • Ruangan biasanya adalah Smoking-Free room, alias Ruangan Bebas Boleh Merokok dimana saja. Asbak akan anda temukan dimana saja dan Djarum Super akan senantiasa mengepul. Tidak ada yang mengalahkan nikmatnya Kopi hangat, Rokok, dan Pos Kota (atau Rakyat Merdeka, atau koran-koran lain tergantung lokasi dari kantor ini)
  • Satu hal yang pasti, bila ingin bertemu dengan orang-orang di kantor pemerintahan daerah seperti ini, maka datanglah dibawah jam 11. Hal ini karena kebanyakan dari karyawan seperti ini datang jam 7, lalu jam 11 atau 12 sudah keluar kantor untuk makan siang, dan lalu di jam 2 atau 3 sudah menuju arah pulang ke rumah.
Bertolak belakang dengan meja-meja bawahannya yang cenderung kosong, meja-meja pejabat daerah lebih berisi. Biasanya masih ada banyak berkas-berkas di atas meja nya. Yang pasti secara fasilitas juga lebih bagus. Sofa-sofa lebih nyaman untuk duduk dan menerima para 'donatur', bahkan di beberapa kantor kepala pemerintahan daerah seringkali ditemukan LCD TV dengan channel-channel mancanegara dari pancaran TV satelit. Memang kita tidak boleh menyamakan preferensi manusia yang berbeda-beda. Sebuah kue basah atau Tabloid Nova bagi si bawahan adalah sama fungsi menghiburnya dengan tayangan ESPN yang saya pernah tonton di dalam ruang seorang kepala pemerintahan daerah di sebuah kabupaten di pulau Sulawesi.

Menarik apabila kita bisa menemukan korelasi antara jumlah dengan prestasi atau daya kerja. Dengan kata lain, apakah dengan jumlah 80% (dari 100%), maka karyawan daerah memiliki prestasi atau daya kerja sebesar 4x lipat dari daya kerja karyawan pusat? Disinilah ketidak efektifan sering terlihat. Bukannya mencoba membela PNS pusat, tetapi saya beberapa kali melihat bagaimana PNS pusat bisa lebih pontang-panting dibandingkan dengan PNS daerah. secara daya kerja juga kadang bisa kita temukan 1 orang PNS pusat mampu mengkoordinir sebuah acara di daerah yang dimana acara tersebut dibantu oleh 5 orang PNS daerah yang ujungnya ternyata bukannya membantu malah membuat acara tersebut semakin kacau.

Jumlah PNS dari tahun 2004 hingga 2008 meningkat sekitar 30% (Laporan dari Bappenas yang sama). Woww.. luar biasa! Terimakasih kepada pemekaran daerah di seluruh nusantara, dimana setiap manusia tiba-tiba ingin menjadi raja di 'rimba kecil'nya masing-masing.

GBT yang Baik
Berbeda dengan para GBM yang sangat bersalah kepada sistem, negara, dan segenap rakyat Indonesia, di kota-kota besar banyak ditemukan GBT atau Gaji Buta Temporer. Maka dari itu ketimbang membahas para GBM yang sangat tidak jelas dan tidak bisa diselamatkan, maka saya akan membahas GBT saja.

Para GBM memanfaatkan kegajibutaannya dengan aktivitas-aktivitas yang kurang produktif, seperti membaca tabloid atau makan kue basah. Sebagai insan yang memiliki kecerdasan dan tingkat intelektuil yang lebih tinggi, maka ada beberapa cara untuk membuat GBT anda bermanfaat. Berikut dibawah ini adalah beberapa saran atau ide untuk para GBT:
  • Menjahit/menyulam. Ini dapat menguntungkan karena anda juga harus berpacu dalam waktu untuk menyelesaikan karya sulaman anda sebelum proyek/kerjaan baru datang menghinggapi meja anda.
  • Nongkrong di mall. Sebenarnya ini bahasa yang salah! akan saya ubah istilahnya menjadi: Networking! Yak ini terasa lebih tepat! Dengan 'networking' bersama sahabat-sahabat anda maka anda akan mendapatkan benefit update akan kehidupan pribadi masing-masing kawan anda, dan juga menekan tingkat stres yang muncul karena 'perasaan gak enak' bahwa anda sedang dalam fase gaji buta.
  • Main bowling. Ini pengalaman pribadi. Selain menghibur dan mendukung kebugaran tubuh, bowling di siang hari biasanya mendapatkan diskon khusus! Jadi disini ada triple-benefit!
  • Melakukan pekerjaan untuk perusahaan/kerjaan anda yang lain. ini juga pengalaman pribadi. Disini anda mengalihkan kegajibutaan anda disatu sisi menjadi sebuah keproduktifan disisi yang lain. Very very good idea!
  • Browsing akan hal-hal yang edukatif. Seperti website-website fashion terbaru, atau informasi-informasi teknologi (seperti gadget) yang mutakhir.
  • Melakukan riset. seperti mengerjakan riset akan tipe televisi mana yang paling "value-for-money" untuk ruang keluarga anda, atau riset akan mobil baru apa yang paling oke untuk anda taruh di dalam garasi anda.
  • Atau, mengisi blog anda! Seperti yang saya lakukan sekarang (hahhahah, ketahuan banget gak sih lagi gak ada kerjaan niat abis nulis sebanyak ini :D )
Masih banyak aktivitas-aktivitas lain yang bisa dimanfaatkan para GajiButawan/wati Temporer sehingga kegajibutaannya tidak terbuang dengan percuma. Maka dari itu saya merasa bahwa tidak tepat apabila para GajiButawan Temporer yang mampu memanfaatkan waktunya dengan produktif masih diberi predikat gaji buta! Mungkin lebih tepat disebut gaji gelap, atau Dark Salary!! Karena di dalam masa-masa kegelapan, ternyata orang-orang ini mampu untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat baik untuk pribadi, keluarga, pacar, maupun perusahaan lain. Our salary may be blind, but it can see in the dark!...



Mereka adalah pejuang-pejuang dalam kegelapan seperti Bruce Abbott dalam Dark Justice... Hmmm Walau lebih yahud Lorenzo Lamas dalam Renegade sih.

Teruslah berkarya!

Thursday, September 23, 2010

Come, Brain! Stay Calm!

Trying to juggle work is a tough tough task.
I know that I've been wanting to be able to be busy with various different activities.
I am having it now, and it's creating panic in my mind. Panic that I may not be able to deliver some of my works as expected. Fingers crossed. Let's go! Let's do this! Dear brain, stay healthy! I need you to do the unthinkable in the calmest manner possible!

Friday, January 16, 2009

Hurry To The Future !!

I can't stand it anymore.. please take me away from here...

INTRO : Lifetime Achievement

Bukannya saya gak berterimakasih. Saya sudah tahu karena semua orang pun sudah menyatakan betapa bangga mereka terhadap saya. Saya pun bangga terhadap diri saya. Tetapi there's just something missing...

Saya baru saja melakukan pencapaian yang luarbiasa. A lifetime achievement (of course, my version of it). Setelah bertahun-tahun berjuang, berkutat, dan dengan seluruh tetesan-tetesan darah, akhirnya saya berhasil merilis album perdana raygava et al. Album ini diberi judul "Where I Belong", judul sebuah lagu di track no.3 album ini yang bercerita tentang homesick luar biasa yang saya alami di London tahun 2004.

VERSE : Where I Belong

Mengapa judul ini? Karena semata untuk mengingatkan saya akan dimanakah saya 'belong'. Supaya saya tetap ingat dilema yang saya alami dari mulai oktober 2005 hingga januari 2006, dimana saya harus memutuskan untuk terus bekerja di UK atau pulang kampung ke Jakarta. Hal tersebut, pada saat itu, adalah sebuah dilema terbesar di hidup saya. Walaupun saya seorang Aries sejati, namun sekokoh apapun saya terhadap keputusan saya, bukan berarti saya tidak melewati keguncangan dan dilema besar. Ini adalah salah satu alasan kenapa saya kembali ke Jakarta. Lagu-lagu yang sangat dalam artinya bagi saya, seperti "Tanda-tanda", "Where I Belong", dan "Cara Pergi ke Bandung" adalah masterpiece-masterpiece yang harus di publish. Karena sampai detik ini pun saya sangat yakin saya tidak akan mampu menghasilkan karya seperti itu lagi.

Judul "Where I Belong" akan senantiasa terus mengingatkan saya akan 'misi' saya kembali dari London. Dan juga supaya tidak lupa daratan. Supaya saya ingat siapa saya dahulu. dan juga ingat alasan-alasan dari keputusan yang akhirnya saya ambil. Kehidupan saya sekarang di Indonesia adalah sebuah mimpi indah bagi seorang Regawa di tahun 2004-2005.. ini yang akan selalu saya ingat!

REFF : 3 years later

Tiga tahun sudah berlalu dengan cepat (atau mgkn malah lambat). Saya disini, berhasil mewujudkan 'pencapaian hidup' saya...  Tapi mengapa terasa sangat sepi?

Bertahun-tahun saya memelihara rasa benci saya kepada biyotch. Banyak teman yang penasaran kenapa saya memelihara rasa sakit saya. Jawabannya, semua demi mempertahankan semangat dan api membara yang ada di dada saya selama 3 tahun ini. Sakit saya adalah amunisi saya yang memungkinkan raygava et al bisa sampai titik ini. (jangan-jangan ini juga alasan kenapa saya cenderung menghancurkan hubungan-hubungan yang saya punya. kalo kata temen saya, i was never in pain, therefore i've always created my pain)

Tapi sekarang. disaat misi sudah tercapai.. ingin sekali rasanya saya buang rasa sakit ini.. So, instead of enjoying 'being on top of the world', i'm left alone, holding this junk called 'hurt' in my hand, something i'm so desperate to thrash immediately.

Intinya,..
sangatlah susah menikmati sebuah kesuksesan besar dan pencapaian hidup yang begitu penting bila anda tidak memiliki seseorang untuk berbagi..
Dimana anda tidak memiliki siapa-siapa untuk mendengarkan cerita panjang anda akan betapa lega-nya diri anda, dan betapa bangga-nya anda terhadap diri anda sendiri..

Somehow sangat mirip dengan diri saya 7 tahun yang lalu, disaat saya mulai mendapatkan IP diatas 3 berturut2, heheh (maklum, sebelumnya 1 koma terus).. dan saya masih ingat apa yang saya tulis waktu itu....
"When you're flying so high ... sometimes it's just so lonely up here in the sky"

OUTRO : Hurry to the future !

Saya cuma lelah. Lelah setelah 3 tahun mengorbankan dari mulai tabungan, karir kerjaan, sampai kehidupan percintaan.. semua demi memberi jalan kepada album "Where I Belong" ini...

Sekarang hati saya sungguh kosong, sekosong kantong saya yang sudah tidak memiliki uang lagi.. saya cuma ingin fast forward ke masa depan.

Bertahun-tahun lamanya saya memimpikan ada mesin waktu, supaya saya bisa kembali ke masa lalu. Baru kali ini saya ingin mesin waktu itu untuk bisa bawa saya maju ke masa depan...
hurry to the future !!

Tuesday, April 22, 2008

Seasons Change

Okay.. people did it.
My cousin did it..
I think John Legend did it...

so now maybe it's my turn..

I will stop working......
(hehehe i believe this is the most appropriate words to say, rather than saying I'm quitting the job)..

I can't say I'm quitting my job. Does not mean that I don;t want to.
But maybe more because they won;t let me.
They say they can't afford to lose me. They say I'm the key talent...
Well whatever... So here I am.. with a 3 months unpaid leave.. extendable!..
sounds alot like those BOT agreements.. huh?



Why do I stop working?.. What for?...
The answer is.. of course.. as u would've probably guessed...
the stupid raygava et al which has been bugging my head since 2006 !!..
And for my music which has been here in 2004... my God, thats four years ago!!
and I'm telling u.. this is the year! 2008 is our year!.. insya Allah..

And again... Does not mean that I don;t enjoy office works.
In fact, these last 3-4 weeks have been hectic time.
I had meetings after meetings... breakfast with bosses.. coffees with competitor's bosses (haha).. lunch with HR department of another company... etc etc.. all came when I had these two projects' deadline looming...
It was a tough call to make...
to move to a competitor.. (of course with promotion and raise)
to move to a non-property related multinational company
to stay at the company with a mid-year promotion and raise...
or to quit the job and focus on raygava et al.

The last option never bothered me that much. I was so ready to go at one time, and then so 'accepting' to stay at another...
But then I realised that all decisions in my 'office careers' have been much related to my band, and the fact that I may resign sooner or later for my music.
Without raygava et al in my head and in my plans, I'd be somewhere else doin something great, trust me... or maybe staying here doin somethin greater..

But what happened recently have only showed me that I haven't been achieving the dream or goal that I set 2 years ago... remember?..
do you remember the reason why I quit my job in London in 2006 to return here to Indonesia?
there were several reasons.. but a large part was from raygava et al's music....

I returned to Indo because I didnt wanna be a rich-but-no-life bloke in the UK. One with prospective career ahead and good savings but too old to be a newcomer artist..
But now?.. it's been 2 years!.. gak kerasa.. And I've become too old.
Tau gini kan sama aja boong. Mending waktu itu gue stay di London kan?

So hence, my decision..
Sacrificing those higher pays offered by the 2 companies, and my current company...
Those promotions that would make my career path a bit easier..
And those exciting new challenges offered by the other companies..

ahh.. the hell with 'em..

jadi mari kita simak lirik lagu dari Corrine Bailey Rae ini:
Don't you know that patience is a virtue? yes it is
And life is a waiting game... don't you know that?
peace must be nurtured..
and all the money in the world can buy you nothing...
Corinne Bailey Rae - Seasons Change

And now, I just can't wait.. for the season to change!!

Thursday, February 14, 2008

It's all about hardwork and not complaining

Iya sih bener juga...
it's all about hard work and not complainin'.

Setelah kaget trnyata Panji HRFM mulai nge-rap dan tampaknya akan memulai gerilya nya dengan serangan yang sangat rapih, terencana, berani, dan matang.. hmmm gue acungi jempol.
Mgkn dia memang MC sehingga dia punya the network he needed. But then again, it's all about hard work and not complainin'. Karena tetep pasti bagi dia semua juga tidak semudah itu.

Entah apa sulitnya konsep "bergerilya" ini kadang gue juga bingung.
Kalo dipikir2 gue sudah hampir 2 tahun meng-gerilya-kan raygava et al.
I have some 'achievements' that I'm proud of... but overall, i'm not satisfied enough... gerilya gue kok ga berkembang yah?

Udah jelas frustrasi dateng terus. Tapi yah mgkn itu kekurangan gue. Sebagai pekerja kantoran yg terbelenggu di kehidupan corporate, I have been networking in the wrong herd!
People who cannot and will not help my music whatsoever...
But i need my day job, to support all the investments i made (and will continue to make, God knows until when) for raygava et al...

Jelas cukup capek dan heran kenapa susah banget bergerilya. I don;t have that much money or savings or rich parents to support this thing (like several other bands). So what can you expect? terang aja lama bener...

Sangat sedih karena lagu2 yang masih menunggu terproduksi secara resmi ini adalah lagu2 lama.. dari mulai taun 2001 sampe 2006. gila kan??..
PIkir2 salahnya dimana yah?.. 80% of people yg denger raygava et al akan langsung suka. dan lebih dari 90% orang yang musisi yg udah denger raygava et al lgsg suka...
Jadi sekarang sangat aneh sekali. Kawan2 musisi2 yang sudah pada ternama, mereka menantikan terus kapan si rega bisa berhasil membuat raygava et al jadi breakthrough baru.. lucu kan?? tapi gue masih mandeg terus disini.

But i still can't do much. The support is not enough..

I know it's all about hardwork and not complainin. But sometimes my head just wanna blow up. Badan dan mental sudah seringkali terlanjur capek oleh day job gue....., harapan juga sering pudar kalau bukan karena orang-orang yg percaya dan terinspirasi sama raygava et al yang terus membuat api semangat gue masih nyala di dada.

gue inget.. musik raygava pertama kali, yang muncul taun 2004, adalah musik yang waktu itu gue buat for my friends (waktu itu untuk farewell gifts karena mau cabut ke London). That's where it all began...
dan smenjak dulu, baik di atas panggung, di dalam studio, bahkan di atas tempat tidur dengan gitar gue,...... I've been doing it for these people..
people who have faith in my music!!!

I have people who believe in my music... in the message i'm trying to send to the world...
Dan selama mereka masih percaya, selama mereka masih yakin sama gue...
gue gak akan pernah berhenti bergerilya dan berjuang...and I'm not planning on failing.

Thursday, January 19, 2006

Di Jakarta, Anda Bukan Siapa-siapa

Basi ah ngomong dg bahasa inggris..plus my english sucks... mendingan pake bahasa indonesa nyang mhantebb..

Sebenernya gue pengen ceritain ini dah dari minggu lalu.. cuman yahh gpp lah.. at least harus dikeluarkan.. biar orang2 tahu..

okeh.. jadi judul ceritanya adalah:
"Di Jakarta anda bukan siapa-siapa"

(Catatan: Jakarta disini gak berarti murni Jakarta as a city.. tapi lebih sbagai metafor akan Indonesia.. or home.. so no offense buat yg bukan anak jakarta.. krn bisa aja jakarta disini metafor kota anda)
Di Jakarta anda bukan siapa-siapa. Yak benar!!!..
bingung??..
Jakarta dalah gudang dari segala gudang dari segala hal Indonesian.
Cewe2 Indonesia paling cantik yah di Jakarta.. Cowo2 Indonesia yg paling ganteng, atau bodinya paling oke.. atau paling hebat.. semua ada di Jakarta..
Lo pikir persaingan pekerjaan paling berat bagi manusia Indonesia ada dimana?.. New York?.. London..? Singapore?.. salah berat.. persaingan paling berat ada di Jakarta.. Karena percaya ato engga orang2 pinter yg di jakarta bisa jadi jauh lebih pinter dari orang2 Indo yg kerja di Merril Lynch di NY... ato orang-orang yg kerja di Deutsche Bank di London..
Di Jakarta, lulusan s2 numpuk dimana2.. dari mulai lulusan MM-UI, PrasMul,.. sampe lulusan2 dari luar negeri, dari mulai Harvard, LBS, RSM, sampe universitas2 kacangan dari segala penjuru dunia.. Semua numpuk di Jakarta.. mencari pekerjaan bagus dng gaji tinggi?.. Lo pikir kerja di luar negeri hebat?... lihat2 lagi.. LIhat ke kampung lo yg udah selama ini lo lupakan.. betapa di sana lo bakal bertempur lebih keras.
Di Jakarta, anda bukan siapa2.. Karena di Jakarta, musisi2 paling talented ada segudang dan udah numpuk... dari mulai pemain gitar jazz lulusan Berkeley, presenter radio yg juga frontman sebuah band dg skill gitar yg mantab, .. itu baru bbrp temen2 gue yg gue kenal deket... gimana yg laen2 yg gue gak kenal?? .....intinya, you are nothing!!!!..
temen2 gue maen di Java jazz di lebih dari 2 band!!.. sinting ga??.. YOU ARE NOTHING!!!!
Di Jakarta lo bukan siapa2.. Karena lo jadi gak begitu cantik... dan gue jadi gak ganteng sama sekali (itu sih dimanapun kali yah??,, hahaha).. you are nothing!..you are no one..!!
Ini semua gara2 minggu lalu 2 orang sahabat gue mengutarakan hal yg serupa dan bener2 ngingetin gue.. yg intinya adalah bahwa saat gue balik ke Indo. gue bukan siapa2.,.. krn nobody cares abt me.. gue bukan org penting...gue manusia biasa2 aja.. Permainan gitar gue, skill bikin lagu gue,.. semuanya super super cemen dibanding org2 lain di Jakarta...
Isi otak gue..ilmu gue.. dan pengalaman gue semuanya super cemen dibanding anak2 indo laen yg udah kena tamparan2 keras persaingan kapitalis di Jakarta (yg harus diakui makin lama makin ga sehat.. tp apa boleh buat?)...
gue pikir gue lulusan Cass bisa jadi org hebat?.. gue pikir gue sbg MSc Real Estate Inv. bisa berbuat banyak di industri real estate indo??.. TEEEETTTT.. wrong!.. maybe not!... di Indo juga byk lulusan2 top 20 dari US.. ato skalian deh ..lulusan2 Harvard, MIT, Columbia.. sekolah2 yg nolak lo.. mana bisa lo jadi hebat??..You are nobody..
gue pikir gue bisa berbuat banyak di dunia musik??.. mengandalkan skill bikin lagu gue plus skill maen gitar gue??.. ya elahhh gaaa.. orang kyk elo ada kali ratusan juga di Jakarta.. You are not special.. you are nobody!!...
Belum lagi dg persaingan musik di Indo yg udah 100x lebih ketat dibanding dulu pas lo masih SMA.. ato engga 100x lipet dari apa yg lo bayang2kan/ impi2kan dari jauh dari London..
gue pikir gue bisa kembali lagi connect dg pergaulan jkt skrg?.. dg cewe2 jkt skrg?...lo pikir lo bisa ber'gavaisme' lagi di Jakarta?.... hmmm.. TEETTT. think again.. maybe not!/... cos you are nobody.. ganteng kaga.. tajir kaga (bandingin sama anak2 borju yg disekolahin keluar negeri yg selama ini gue selalu tentang.. yahh mana ada apa-apa nya lo dibanding mereka2 yg spend berribu2 pounds buat biaya hidup sebulan)... gimana gue mau bikin mabok cewe2 matre jakarta coba?...wong anak2 sekarang makin borju2.... hahahah
gue am nobody!.. not rich!.. not 'money'!... not interesting..
itu gue ambil contoh diri gue sendiri.. dan itu bisa direfleksikan ke hidup siapa aja.
So.. mari kita sama2 refleksi dan lihat hidup kita....
(terutama buat yg masih pada di luar negeri)
apakah kita masih merasa kita hebat?..
merasa diri kalian cantik dan bakal laku??..
merasa diri kalian pinter dan bakal sukses kalo balik?...
merasa diri kalian yg bekerja di luar adalah lebih hebat dari temen2 kalian yg di Jakarta?
merasa diri kalian lebih berbakat dan lebih punya kesempatan?...
itu semua namanya 'efek fatamorgana'. Dimana lo merasa melihat air.. dari kejauhan.. tapi yah air itu justru terlihat karena kalian jauh.. kalo kalian dekati yah yg ada hanyalah permukaan yg panas dari sinar matahari yg terik..
duhh.. kyknya brarti kita harus mikir2 lagi kali yah?...

Wednesday, January 18, 2006

Say No to Money...... once again.....

sometimes I think God is being too nice to me. God always does.
From high school Ive learned that life is all about choices and the act of choosing...
Ive been choosing my way since then.. finding my path.. opening numerous doors that were in front of me. Jumping over hurdles..

I have made decisions..and some controversial ones.. I've chosen a degree in architecture over an opportunity in music ....Ive chosen being alone over being with someone I love...  I've chosen a degree in Real Estate over an increase of salary and higher position in the company .. and now I choose an opportunity in music over poundsterling salaries and a career in London.... so many people think I am crazy.. Hell.. maybe I am.. even sometimes I think I am crazy..

God has been so nice.. But having options after options can be tiring.
Today I am happy..I thank God.... Alhamdulillah.. but..
it's too much.. even at the last minute, God keeps providing me with options..
And once again//yes once again... I have to say no to money!!... ...

But it's just me.. Maybe I dont really want money.. LIE !!.. hahhahaa.. I do need money.. hell, we all need money.. But I dont need it as much as the common people who put money over happiness, over family, over friends, over love, over life..even sometimes over something as simple as career..I think that may be the only difference.
Yes.. Alhamdulillah ya Tuhan.. but I dont need it.. I dont need this option cos I have decided to go back.. 60% of my soul has already landed at Cengkareng.. hahahhahaa. for the sake of my life, my smile, my happiness.. crazy choice.. and very risky..
But please.. give it to the other guys.. give this opportunity to my friends who needs it more than me..

so if i now ask you guys this simple question... can u really find your own answer for it?..
Which do you prefer now? being common?.. or being not?

Sunday, January 01, 2006

Sebulan Lagi . . .

Sebulan lagi...
gue akan bahagia.. gue akan tenang.. gue akan nyengir..

Sebulan lagi..
gue akan sibuk jalan2, berolahraga kembali, bermain musik lg..

Sebulan lagi..
hidup gue akan berubah..

namun..

2 bulan lagi...
gue akan sedih.. gue akan kangen.. gue akan rindu..

2 bulan lagi..
gue akan bertanya-tanya.. gue akan inget.. gue akan mengenang kalian semua..

it is not that I dont know....
I KNOW . . .

Thursday, December 15, 2005

and The Wiki Answer is

So menurut peribahasa sunda di wikipedia,..

Bukannya saya yang "Kumeok memeh dipacok" tapinya merekalah yang "Ngarawu ku Siku". hahahhahahahaha...

Thursday, December 08, 2005

Apakah Mereka Yang Borju dan Manja... ataukah Saya Yang Aneh?

Gue gak boleh disini lebih lama lagi... kalo iya gue bisa gila...
ingat.. bukan karena london, karena gue cinta london...
tapi environment.. gue gak boleh disini lebih lama lagi..
winter 2004: disaat semua orang balik ke indonesia atau liburan, gue stay di kamar, dibawah selimut dengan gitar gue mencari inspirasi.. bukan karena apa2.. gue kesini buat kuliah kok.. bukan buat liburan. dan gue juga tau uang kuliah gue mahal.. orangtua gue pastinya ngos2an tuh biayainnya.. dan gue samasekali ga ada rencana buang duit beratus2 pounds hanya utk kepuasan jiwa gue sendiri utk gue pulang ke indo.. engga!
Summer 2005: Disaat semua orang balik liburan summer ke indonesia.. atau liburan ke eropa.. gue kuliah semester 3, dan nyusun disertasi.. bukan karena gue ga bisa.. bisa aja kalo mau.. tapi gue tau.. gue bukan orang kaya.. dan gue bukan anak manja yg keinginannya harus dipenuhi.. lagipula ive been holding on to myself over the years.. coping up with doing nothing selain kuliah.. just bcos i know.. i came here to study.. not to waste my parents' money.
Fall 2005: disaat teman2 pulangg kembali for good.. saya disini.. menahan sakit.. menahan tangis.. menahan jutaan pisau tajam yg nusuk dada disaat harus bangun pagi dan bekerja. dan gue bukan seperti 'mereka2' yang sangat bahagia bila bekerja di negara maju... gue bukan seperti mereka2 yg do anything cuman buat bisa stay disini.. Gue bukan mereka2 yg membangga2kan diri kerja diluar dan menjelek2an kehidupan di Indonesia.. siapa sih yg pathetic? *bersambung*
Winter 2005: Disaat mahasiswa2 yg baru datang ke London pun pulang kampung ke indonesia (padahal baru juga palingan 4 bulan max di UK).. gue harus kembali menahan terpaan suhu dingin tiap pagi.. mencoba mengangkat badan gue keluar dari selimut.. Sebegitu manja dan cengengkahnya orang2 indonesia? ataukah gue orang yg aneh?
Cukup shock tadi siang waktu sepupu gue bilang dia mau pulang ke indo winter ini (dia baru dateng bulan sept).. gue aja yg dah 1.5 taun blom pulang2 juga sedetik pun meninggalkan nih negara sinting... belum lagi ngeliat temen2 gue yg selama ini udah pulang sampe 3-4 kali..
Yah itu satu sisi.. apakah mereka yg borju dan manja.. ataukah saya yg aneh?

Ada juga segenap masyarakat yg mengaku 'bukan orang berada'... lucu deh..
mereka hidupnya sederhana.. kadang gak jarang mereka bekerja dg gaji pas2an.. katanya sih mengadu nasib.. huehuehuehue.. dan katanya gue org gak tau terimakasih.. krn gue dpt kerjaa disini tapi ngeluh terus..
Mereka adalah orang2 yg mengagung2kan kehidupan di dunia baratt... tapi ngaku mereka org2 soleh dan mereka org2 sederhana.. hihihi.. lucu... kok bisa tahan mereka hidup di negara yg tiap wiken ada pemandangan orang muntah dimana2.. org2 kencing di jalanan.. bau alkohol di mana2.. orang2 tepar terbaring di pinggir jalan.. dan orang2 yg cari ribut kerena mereka mabuk...??... INIKAH NEGARA YANG KALIAN AGUNG2KAN??? apa enaknyaaaa???
Untuk negara yg beginikah kalian meninggalkan Indonesia?..jelek2in negara kalian sendiri..?? dan membangga2kan negara ini?? .... malu gue sih..
Satu2nya alesan lo semua kabur kesini adalah pelarian!!.. lo semua adalah orang2 yg gak mampu berkompetisi... tau ga kenapa?.. karena di Indonesia semua orang lebih hebat!!!..
Karena di Indonesia DJ-DJ lebih hebat dari lo.. lo cuman DJ kacangan yang mixingannya katro mampus!!.. dan disini mau jadi DJ wannabe
Karena di Indonesia lo gak bisa jadi apa2.. lo cuman dicemen2in ama orang2.. makanya lo kabur kesini dan belagak jago nyanyi atau belagak punya bakat entertaintmentt...
karena di Indo lo kurang jago dibandingkan yg lain.. makanya gaji lo kecil.. makanya lo gak bisa idup enak.. makanya lo lebih milih kerja disini dg gaji pounds.. sebatas lo gak bisa bersaing aja!!
Karena di Indo lo bukan desainer terhebat., desain lo kacang.. biasa2 aja.. inovasi lo cemen.. makanya lo kabur ke UK yg sistemnya lebih jalan.. shg orang2 dengan desain 'biasa' aja masih bisa diliat orang..
Lo semua cuman pelarian!... dan lo gak usah ngaku2 orang susah.. karena kalo emang susah yah jgn hidup di UK yg mana pounds mahal!.. mending di Indo.. kalo emang lo bisa dan hebat>
Bisa lo??..
Gue sih mendingan pulang ke indo.. tau kenapa?? karena gue malu kalo cuman bisa bersaing disini.. persaingan kelas rendah.. NO CHALLENGE!.. sama kyk lo mau cari cewe indo yg paling cantik yg lg kuliah di negara yg jarang org indo nya spt rusia misalnya.. hahahha itu mah gampangg.. lo bisa ga dapetin cewe paling cantik di jakarta???... itu baru kompetisi.. itu baru pembuktian kalo lo emang tangguh!!

bisa ga lo bersaing dg lulusan2 luar negeri yg sekarang udah segudang??.. bersaing dpt kerjaan mantep karna skrg dah susah bgt mengingat makin byk orang hebat..
Apakah mereka orang2 manja ataukah saya yang aneh??
Butuh jiwa yg hebat untuk mengakui bahwa masih banyak orang yg lebih hebat!..

(Sori kalo ada yg tersinggung.. tapi mgkn emang maksud gue menyinggung... tapi tenang.. manusia kan beda2... jadi kalo lo gak setuju, Silakan dikomentari dg keras.. toh gue disini juga nyela dan nyindir dg keras.. hahhahha.. satu2nya alesan gue dulu gak mau nyela.. karena gue mau coba liat dulu.. gue gak mau ngomong sblum gue punya pengalaman dan bahan perbandingan.. makanya gue blum brani ngomong keras dulu waktu masih blum dapet kerjaan disini.. skrg stelah udah.. gak ada beda nya.. cuman penguatan atas asumsi2 gue dulu)

Saturday, October 15, 2005

London vs Indonesia (part 02)

Ini bagian kedua nya.. yg gue tulis hari ini. Orangtua gue emang cukup suportif. Cuman emang ada hal2 yg suka lupa dilihat manusia dalam mengambil sebuah keputusan... Jadi mgkn gue rasa penting juga buat org2 diluar sana membaca tulisan gue ini. Siapa tau jadi inspirasi.. sekali lagi sebatas agar tahu bahwa di dunia ini ada byk hal selain duit dan karir.

cheers,
Rega

____________________________________________________________________
Yahh aku sih setuju.. dan aku juga gak keberatan deh klo emang mesti kerja urban consultant sebentar. Tapi sulit juga. Email2 kalian kemaren udah membantu bikin aku semangat. Terimakasih. Tapi masih belum sreg juga.
Oke gimana kalo kita coba breakdown:

Kelebihan bekerja di London:
1. Bisa menimba ilmu. Ilmu yg didapet sangat bermanfaat buat masa depan, dari mulai inovasi2 dan latihan berbahasa inggris.
2. Tabungan lebih banyak. Karena dg gaji 20,000 misalnya, maka apabila living cost setahun = 12,000 saja, maka bisa menabung minimal 5,000an pounds yg equal dg 100 juta. Bandingkan dengan tabungan yg didapat dari kerja di jkt. Mis. gaji 4 juta, biaya hidup (krn nebeng ortu) jadi cuman 1.5 juta. Nabung 2 juta minimal/ bulan dikali 12 = cuman 24 juta saja (1/4 nya dari kerja di london).
3. Mgkn lebih dihargai saat kembali ke Indonesia, karena pernah bekerja di perusahaan luar di London. dan CV bagus.

Kelebihan kembali ke Indonesia:
1. Aku pgn ketemu nini dan pgn lihat masjid di subang. Kalian gak tau rasanya apa.. sebelum aku brgkt kan Nini bilangnya, " Hati hati yah ga disana.. klao-kalo gak ketemu lagi..".. dan aku harus hidup satu tahun terakhir dengan kata2 itu terngiang2 di kepalaku. emang enak?
2. Kalo ngantor tetep bisa jumatan dan solat. Dan pasti ada mushola nya.. mau di kantor2 macam citibank juga orang pada jumatan dan solat. Jadi environment lebih enak.
3. Di Jkt, walau gaji misalnya cuman 3 juta juga, tapi dengan living cost yg lebih rendah masih tetep bisa hidup enak. Masih bisa makan di restoran mahal. Masih bisa beli kado. Masih bisa hura2 kalo weekend bersama temen2. Bandingkan dg biaya hidup 12,000 pounds di london yg adalah hidup ketat.
4. Secara karir musik jelas lebih baik. Udah banyak yg nungguin aku di Jakarta. 2 tawaran rekaman indie. Temen2 yg siap support, dan musisi2 yg siap bantuin aku kalo aku minta. Dg karir musik terpenuhi maka akan lebih baik ke depannya karena menghilangkan salah satu sisi karir kku yg kalo gak kupenuhi aku bisa penasaran. Shg kalo musik udah beres, aku bisa move on ke sisi karir ku yg lain. Musik mgkn duit gak seberapa.. tape kepuasan batinnya bisa 50x lipat kerja kantoran. Lagipula kalian juga yg ngajarin aku untuk bisa segala sesuatu. Skrg aku harus hidup dg kemampuan di berbagai hal, yg tiap mlm selalu aku syukuri, tapi kerap bikin aku pusing dalam nentuin jalan hidup. (bandingin ama org2 yg gak bisa maen musik jadi karir kantoran 100%.. ato org2 yg ga bisa mikir apa2 selain musik jadi karir musik 100%). Dgn aku memuaskan karir musikku.. mudah2an kedepannya gak akan ganggu aku lagi.
5. Social life lebih baik. Hidup di London sebagai minoritas, manusia gak pernah akan punya social life yg baik, sebaik mereka hidup di asal mereka. Mau itu org india, org turki, org yunani.. sama semua. Social life mereka akan lebih baik di home country mereka. Krn disini, kita nobody. Di negara kita, kita somebody. Dalam setahun di UK, rekan2, contacts dan temen2 yg bisa aku dapetin paling2 50 orang. Di Indonesia, dalam setahun, aku bisa dapet contacs sebanyak 100 orang. Ini juga perlu dikaji, yg mana lebih menguntungkan di masa depan.

____________________________________________________________________

Oke.. jadi mari kita lihat lebih jauh, effect ke depannya. Sesuai perkataan ibu dan temen2ku juga bahwa aku punya kemampuan buat ngeliat jauh ke depan. yg memang harus aku akui benar bahwa kadang bikin aku sering jadi pesimis.
Dengan aku bekerja di London maka aku:
- gak bisa ketemu Nini --> faktor psikis.. bisa jadi something i regret for my entire life nantinya
- Gak bisa jumatan dan solat dzuhur dan ashar di kantor --> pantes aja org2 kerja di luar agamanya memudar semuah.. ahhahha
- Gak bisa hidup enak ---> selalu irit. Makan seadanya. Gak bisa jalan2 dan enjoy life.
- Kehilangan kesempatan karir musik lebih jauh. ----> Album Nafas Terakhir ku umurnya udah setahun. Udah setahun nunggu produksi. Smentara Farringdon Sessions gak sempet menarik perhatian banyak anak2 karena aku disini, dan itupun umurnya udah 5 bulan dan sudah mulai kehilangan greget. Di Indonesia belum ada musisi yg menjual figur. Aku udah test di UK dan hasilnya cukup bagus. Menjual figur satu org adalah strategi marketing yg bagus buat musik. Karena mudah ditangkep, mudah dihafal, dan mudah disukai. Di Inggris aku udah mencoba itu dan lumayan.
- Gak punya social life. ---> gak perlu maksa, harus kita akui komnuikasi itu perannya sangat penting. Org jawa medok sama anak Medan akan susah komunikasi. Begitu juga antara orang2 British dg pendatang internasional. Dg bahasa Inggris slang yg jauh lebih susah dimengerti dari bhasa Amerika, lebih sulit bagi org2 international utk exist diantara org2 lokal. Ini udah kucek dng bbrp org2 yg pernah di US. Di US, pendatang dan org Lokal lebih blend. Makanya kita juga byk lihat di film2 bagaimana di sekolah2 ada org2 cina byk, org2 item.. tapi tetep aja nge blend nya enak. Bukannya kita gak bisa blend dg org Inggris, tapi gak akan pernah jadi teman baik. Aku juga dekat dg temen2 UK ku dari kampus. Tapi harus diakui kita gak akan mgkn jadi temen deket. Krn barrier komunikasi. Sama aja misalnya..bapak ketemu temen yg org irian. Dia bisa bahasa indonesia baik dan benar secara perfect.. tapi dia gak bisa ngomong dg dialect yg sama dg dialect org2 di jkt pada umumnya. Jadi hidup di UK.. manusia pendatang akan menjadi nobody. Org2 yg udah 'dianggep' adalah anak2 yg lahir disini, hidup dari kecil dg pendidikan sini, menegrti sjarah UK, org2 yg practically sudah menjadi british citizen dan dengan logat english atau scottish mereka.

Dengan aku pulang ke Indonesia, maka aku:
- Kehilangan kesempatan buat mendapatkan ilmu tambahan ----> okeh. tapi.. lalu?
- Kehilangan kesempatan dapet uang 75 juta (100 juta - 25 juta). -----> Kalian pasti mikir, ahhh mana mgkn cuman 20,000... tapi asal tau aja kerjaan urban begitu mah mana mgkn bisa nembus 25,000 pounds buat org baru. Sama aja kondisi dg di Indonesia. Kerjaan gitu gaji2nya kecil2. Kalo mau 25,000 keatas yah masuk bank atau financial companies, atau perusahaan2 yg terkait dg uang. Jadi kuprediksikan difference pendapatannya sekitar 60 juta - 90 juta.
- Kehilangan pengalaman kerja lama perusahaan luar di CV. --> so...?

____________________________________________________________________

Gak bisa dipungkiri dari ribuan analisa probabilities yg udah aku run di otak ku dari tahun lalu pun, selalu cenderung si Indonesia yg menang. Paling UK menang beberapa kali saja. Ibaratnya kalo skor .. perbandingannya kira2 10 banding 3. Dalam 13 kali, 10 kali pilihan pulang Indonesia menang. cuman 3 kali pilihan UK menang.
Sampe skrg aku masih bingung terus. Malem aku mgkn bisa yakin utk kerja disini. Tapi nanti pas siangnya bisa berubah pikiran dan merasa pulang ke indo lebih menguntungkan. Rasanya udah kyk sakit tipus yg bisa demam tiba2 di tengah malem.

Yg bisa aku simpulkan sih: UK lebih positif mendukung karir dan uang
Indonesia lebih positif mendukung kebahagiaan batin

So.. yg mana yg lebih penting?.. karir? uang? happiness?..
Hapiness disini mencakup happiness spiritual yg baik2 skaligus happiness2 manusia yg duniawi.
pentingan mana... kerja di luar dan hebat.. atau bisa jumatan di dalem gang tiap jumat siang?..

Coba deh kalian tempatin posisi kalian di aku.. pasti mikirnya juga agak beda. Mgkn klo posisi aku spt kalian skrg juga aku akan mikirnya beda juga lah... But Im still 24 yrs old... which sometimes draws this question... Is it too young, that you should be able to spend a few more years abroad and concentrate on your career and money?... or Is it too young that you should not waste any more of your youth and go seek that happiness until you reach the time when you will eventually weighs more concern on career and money?
Yg bila diolah lebih jauh lagi menjadi pertanyaan juga secara lebih spesifik... 1 tahun lagi di London... is it too long, that you will lose a lot of opportunities in London if you decide to go back home?..... or is it too long, that you will lose a lot of opportunities if you decide to stay in London?

I know God will never give me any answer. God loves to play. God loves mysteries.... and He has been giving me a lot of options to choose. which of course, Im still grateful for that, cos I know that He loves me.

love and in desperate need of enlightment,

Rega

ps: di analisa perbandingan di atas, aku gak memasukkan faktor cewe2 lho. karena aku merasa itu terlepas dari karir. Jadi aku masukin yg related sama karir secara lgsg aja. Walopun faktor cewe2 sebenarnya berpengaruh juga ke situasi batin keseluruhan.

London vs Indonesia (part 01)

Ini cuman imel gue kemaren2 ke orangtua gue. Dan belakangan ini gue lagi kebingungan. inipun udah lanjutan dari diskusi2 yg udah panjang sebelumnya. Tapi gue rasa banyak value2 disini yg bisa diambil oleh temen2. Karena asal tau aja.. gak banyak anak2 Indonesia yg memahami value2 ini. At least di London begitu. Dan gue cukup kecewa. Karena value2 yg akan gue sebutkan disini adalah hal2 yg cukup vital dalam hidup secara keseluruhan. Hidup bukan sebatas karir, duit, kawin, cewe.. dan hal2 cetek lainnya. Hidup jauh lebih dalam dari itu.

cheers,
Rega

____________________________________________________________________

Semua org bilang aku beruntung, krn byk bgt org2 yg ngebet kerja disini tapi gak dapet. Tapi yah justru itu dia.. aku mah gak pernah ngebet. Aku ngebetnya ngerjain something that's challenging, interesting, and fun. Something yg bikin bahagia. Kasian lihat anak2 muda jaman skrg.. mikirnya masih uang doang. Tapi gak pernah ngerti the true value of life. Pantes aja Indonesia dimaenin mulu ama org2 nya sendiri. Kalo org2 nya cuman lintah2 yg maunya cari benefit buat pribadi sih yah pasti iya.. Maksudnya.. kalo org2 standarnya mikir "ahhh kan udah bagus ga lo kerja disini. hidup enak. gaji pounds... pulang bisa bawa bbrp ribu pounds." Which is beberapa puluh atau ratus juta. Kok mikirnya cetek bgt yah org2?.. Kalo ditanya, "emangnya lo maunya kerja apa sih? lo sukanya bidang apa?"... jawabnya. "yahh apa aja lah, yg penting kerja di London." ..............pantes diisepin mulu duit Indonesia, kalo mental manusia indonesia masih kyk begini.. bukan ama org2 yg beli ijasah doang.. tapi ama lulusan2 luar negeri juga. ampuuunn. Mikirnya duit doang..

Org2 gak bisa mikir justru krn di indonesia begitu primitifnya, peluang2 bisa dibikin jadi banyak. Skrg dg ngeliatin kerjaan company ku ini aja aku udah dapet inspirasi nih buat di Indo. Org2 gak mikir.. walau di Indonesia gaji cuman 3 juta tapi bisa idup enak walau pelan2. Sementara disini pada hidup sengsara, nahan2 gak keluar duit. Yahhh sama aja kan tradeoffnya. Aku sih bukannya aku gak seneng tinggal dan kerja dsini.. Tapi aku orangnya cukup logis kalo soal urusan tradeoff. Wong aku bisa dibilang orang yg paling pelit di London.

Duit yah penting, tapi senyuman di muka sama seneng di hati juga gak boleh dilupain. Karena buat apa kita kerja mati2an supaya bisa senyum sebelum mati. Lah kalo bisa kerja tapi sambil senyum dari skrg.. apa bukan lebih baik?
temenku si Lina yg kerja jadi analyst di JLL research juga mulai gerah. Kerja di London emang gak menyenangkan. Dia skrg lagi bingung mendingan diterusin apa pulang aja ke greece.

Skrg Carl temenku org singapore aja ditawarin 5 kerjaan disini dia tolak semua dan dia malah balik ke singapur, kan ada alesannya. Iyah bener.. disini hidup mahal banget. Tradeoffnya bila dibandingkan dg dollar singapur yg 1/3nya emang jauh banget lebih beneficial di singapur... Orang2 tolol yg pada maksa. Skrg di Harry cerita companynya lagi ada proyek pembangkit listrik di Indonesia. Mendingan aku ke korea aja. ato engga stand by di jkt buat bantuin company nya.. hahhahaha.. kalo urusan Budaya kerja disini sih sama2 aja lah. Gak ada bedanya sama kantornya si Rama. hahahhaa..

that's why... i found... nothing special.

rega

Saturday, April 23, 2005

Where We Came From...

funny how a conversation with a stranger can change your views.
yolanda, someone i didnt even know, even far away in LA, have made me feel very lucky living my current life. Sometimes we forget how lucky we are. Sometimes we forget to look down.
Waktu gue tiba di London, gue melihat betapa banyaknya orang borju dan orang-orang kaya yg gue gak habis pikir. Gue pikir gue datang kesini sbg anak muda yg paling pelit, yg paling irit. Yes, i know keluarga gue mampu. Tapi gue gak pernah jadi anak borju, karena gue udah bertahun-tahun hidup sebagai anak kost yg sederhana di Bandung. Bahkan kadang di mata gue, temen-temen gue yg selalu di Jakarta sungguh terlihat sangat borju dengan ke-manja-an mereka, ketidak mampuan mereka untuk organise hidup sendiri, dan ketidak mampuan mereka untuk hidup sederhana. Tapi gue lupa, masih banyak orang-orang yg tidak seberuntung gue.
Gue kuliah s2, di negeri orang, dengan biaya orangtua, bisa hidup tanpa harus kerja part-time. How lucky can it get? Mungkin gue sebal, keki, dan kecewa dengan London: dengan harga-harganya yg mahal2, dengan policy2 yg begitu tidak supportive buat seseorang mendapatkan kerja disini, smentara pemandangan orang2 kaya yg hidup borju masih byk terlihat (bukan hanya org indo lho). Hey.. tapi saya ini mgkn juga anak borju. Hanya saja saya anak borju yg selalu berusaha tidak borju. But that's to me. Not to others. To others, I'm just plain ol' borju! Tergantung anda melihatnya dari arah mana.
My friends, they have to deal with tougher lives and struggles. Mereka ke luar negeri karena pendapatan di Indonesia sangat menyulitkan untuk survive. Gue inget pertama kali disadarkan oleh teman gue bung Paulus dan Kollin. Benar juga, gue kerja di Jkt, gue gak perlu bayar kost dan makan malam. Jadi gaji gue masih cukup untuk gue berhura-hura bersama temen2 di malam minggu, jalan2 sama cewe2, bahkan bisa nabung untuk rekaman 'Nafas Terakhir' gue (karena orangtua gue tinggal di jkarta, jadi hidup bisa terus numpang). Tapi buat yang gak bisa begitu, hidup di Jakarta sungguhlah berat.
Hari ini gue bersyukur, sekaligus merasa cukup bersalah, karena gue sangat beruntung. Gue anak orang kaya. Gue tau masih banyak skali yg jauh lebih kaya dari orangtua gue, cuman gue akan tetep ngomong ini, gue anak orang kaya!.. Masih banyak temen2 yg harus meninggalkan negeri tercinta nya, untuk sekedar menjadi pelayan, chef, bahkan porter, sebatas bisa kirim uang untuk menghidupi dan membanggakan keluarga mereka di Indonesia. and to be honest, I'm very very proud of you guys. I wish I could be like you, I wish I could struggle like u guys, I wish I am as tough as you.
Tapi tidak. Gue akui gue orang yang lemah. Hidup sudah terlalu baik buat gue sehingga gue lemah. Yolanda, orang yg gue pun gak kenal (dia sebatas me-reply email 'nasionalisme' gue yg rupanya disebar2 sama temen2 gue ke entah berapa milis2), terus meyakinkan gue betapa gue adalah anak borju, karena gue lebih beruntung bisa sekolah s2 dengan biaya orangtua. Dan lihatlah dia sekarang 6 taun berjuang di US, dari jadi pelayan sampai bekerja di bofa (Bank of America). Lihatlah teman2 saya Mas Wahyu dan temen2nya, yg akhirnya dengan bertahun2 bekerja di UK mereka bisa masak Ikan Balado yang nikmat bahkan bisa beli gitar.
Dulu gue suka menyalahkan orang-orang yg 'pergi'... karena gue menganggap mereka pengecut yang tidak cinta negaranya sendiri yang udah membesarkan mereka. Tapi bisa jadi gue salah,.. mereka 'pergi' bukan karena pilihan mereka. Dan bisa jadi sebenarnya mereka begitu cinta nya kepada Indonesia but they just have to do something abt their lives, just so they can return and enjoy the same happiness, one I've enjoyed all my life (if not, happier)... who are u to judge?
Jadi tulisan ini hanya sekedar mengingatkan, betapa beruntungnya anda. Masih banyak orang-orang yang bahkan untuk pergi 'mengadu nasib' di luar negeri saja gak bisa. Masih banyak orang-orang yang bahkan sama sekali gak punya pilihan. So, take a look around you, all the stuffs in your room, your clothes, your health, the food you ate just now, .... itu dari keringat orangtua kita.
we are blessed, my friends..
Just remember don't forget where u are.. and where you came from
 


Wednesday, March 30, 2005

Ada Apa Dengan Merah Putih?

Ada Apa dengan Merah Putih?

Bagaimana anda ingin menyikapi keadaan Indonesia yang makin lama makin kesian?.. Kondisi 1: Bencana alam disana sini.. sementara para politisi makin menggila dan malah mulai memasukkan orang2 partainya di dalam departemen2 pemerintah. Kalau anda berpikir bahwa jaman SBY skrg Indonesia semakin berusaha rapih... apakah benar begitu?.. Disaat dulu jaman Soeharto, semua kepentingan yahh cuman kepentingan yg itu2 aja.. kartel cina2 totok dg Soeharto dan antek2nya, Golkar, ABRI, korupsi yah cuman diatas.. skrg?.. panggung pemerintahan dan legislatif Indonesia menjadi perang para partai, bupati sampe kades2 pada nilep duit... Hmm... jadi mana yg lebih baik yah?

Namun, sebagai insan2 Indonesia di luar negeri, lalu bukan berarti harus menduga yang buruk-buruk terus dan terus mengurungkan niat untuk kembali ke Tanah Air. Kondisi 2: Kebanyakan anak2 Indonesia yg sudah merasakan hidup di luar, terutama di negara maju lalu kebingungan.. karena mereka merasa ilmu2 mereka tidak applicable di Indonesia. Sebagian merasa ilmu mereka gak bisa dipake karena sistem di Indo masih primitif, sebagian merasa enggan untuk kembali karena merasa situasi Indonesia makin tidak kondusif, dan sebagian merasa enggan untuk kembali karena sudah merasa 'keenakan' hidup di negara maju dg sistem yang super teratur.
Seperti teman2 arsitek yg merasa ilmu2 mereka gak bisa dipake di Indo karena teknologinya blum nyampe disana,.. lulusan2 MBA top 10 yg super2 langka pinternya, udah kena otak kapitalis dan bekerja keras untuk memperkaya diri dan memperkaya corporate2 besar dunia di negara2 maju, ketimbang kembali ke Indonesia.

Haruskah manusia2 pintar Indonesia terus berpikir buruk terhadap Indonesia sehingga enggan kembali?.. .. .. Jawabannya: Jangan dong!!..
Kalo otak udah terlalu ke doktrin kapitalis yahh jawabannya pasti pengennya di negara maju aja.. dan 'memajukan diri sendiri' semaksimal mungkin. ... Hidup di luar negeri mgkn memang enak.. di saat Indonesa menderita, kita tenang... di saat orang-orang panik gempa bumi, kita aman.. Nah berpikiran sperti ini, dalam konteks tertentu, sebenernya gak baik!

Kalo kita terus2an mikir kayak gitu.. akan tecipta di otak kita asumsi otomatis bahwa:
indonesia = trouble
luar negeri = tentram
Nah ini sebenernya kan gak bagus..Kita juga di sisi lain harus mikir bahwa di Indonesia:
  • para petani lagi nongkrong di warung sambil ngisep rokok2 kretek yg kadar nikotin dan tar nya sangat gile yg mereknya dah gak jelas apaan.. sambil minum kopi dan ngobrol2 ama temen2nya dengan santainya..
  • Si Ujang sedang naek kerata api Parahyangan dari Bandung ke Jakarta sambil ngeliat pemandangan jurang2 dan sawah2 yang begitu indahnya, sambil berkata dalam hati, "goddamnit!.. My country is so f@ck!n beautiful!"
  • Kang yusup penjual lontong kari di depan SMA 5 Bandung sedang menunggu bel keluar, sambil leha-leha ngerokok di bawah pohon.
  • Rony, seorang tour guide merangkap surfer amatir di Legian sedang duduk di sebuah kafe sambil minum jus segar bersama seorang bule cantik yg sedang berusaha mengajaknya untuk tidur bersama malam ini.
  • ......
Point yg gue maksud adalah:
Gak perlu manusia2 Indonesia berpikiran buruk terus akan Indonesia. Karena Indonesia itu sama sekali gak buruk!!!.. tergantung gimana ngeliatnya..
Seperti kata Cak Nun hari senin kemaren, kalo orang2 di Indonesia pada kaya semua, pinter semua, dan tertib semua.. yahh itu bukan Indonesia lagi.. jadi gak seru!..
Kalo otak2 kita semua udah kedoktrin sama kapitalisme dan demokrasi karya negara2 barat yahh terang aja kita semua jadi pengennya di negara2 maju. Tapi apakah kapitalisme dan demokrasi itu adalah hal yg paling cocok untuk Indonesia?.. apakah Indonesia harus maju dan super sukses spt negara2 lain??.. kenapa kita harus liat parameter2 yg diciptakan komunitas barat?.. kenapa kita gak buat parameter sendiri??..

Di saat perusahaan besar spt Goldman Sachs pun mencoba mempermainkan Indonesia di kasus penjualan tanker Pertamina, coba deh lo pikir2.... masih merasa bangga kah anda kerja di corporate2 besar dunia yg bermental rusak???

Inget satu hal... Korupsi bukan ciptaan orang Indonesia.. melainkan pada awalnya dibawa dan diperkenalkan sama Cina-cina yg pengen lancar bisnis dan investor2 asing bule yang pada pengen meraup untung sebesar2nya dengan memanfaatkan 'sifat baik' (generosity) yg merupakan sifat dasar manusia Indonesia..

So,.. masih bangga kalo lo berhasil kerja di perusahaan2 besar multinasional??..
Gue sih bangga engga... benci juga engga.. netral aja..
Dan sudah semestinya orang2 Indonesia berhenti mengagung2kan dunia barat. Karena kalo lo semua pikir2,... ngerokok Djarum Coklat di pinggir sawah pun bisa memberikan kedamaian yg jauh lebih besar ketimbang tinggal di penthouse besar di tengah2 Manhattan.

Kerja di sebuah perusahaan kecil di pinggiran Surabay mungkin masih lebih mulia ketimbang kerja sukses dengan duit banyak di corporate2 multinasional...

Sebenernya sih:.... Barusan Puma Tiro gue ini baru dateng.. dan gue sadar.. geblek lo ga!.. lo kan dah punya sepatu Adidas Rom putih dan merah... dan ini mah sama aja.... jadi Ada Apa sih dengan Merah Putih??












Monday, January 31, 2005

Sepi ...... (A Discussion of Our Careers)

Sepi banget hati gue.... Membuat gue berpikir-ulang lagi untuk menetap lebih lama disini. Padahal baru kemaren gue mendapatkan drive dan tiba2 mulai research companies and jobs. Dan padahal setelah sekian lama, baru akhir2 ini gue mulai nyiap2in cover letter dan bbrp online application. You could say I'm ready to apply now.. But, I dont know.. London's so lame...
I'm missing myself... My old self..

I couldnt relate... still couldnt..
Jakarta is just too good for me.. It has always been. . . . . I love Bandung so much.. and I know I could probably love London one day... But speaking of career and social life.. whoaaa.. there's just no limit for that in Jakarta.. sky is the limit.

Here,.. you could never go anywhere.. here, you're stuck... You can get money.. high salary... but you're stuck.
The networking you could get from being in Jakarta could be 3 times bigger you the network you could make here. Plus, your network in Jakarta would be much more beneficial for your future?.. Now how could your former employer here help you one day, 10 yrs from now, if you're running business in Jkt?.. slight chance they could help u, rite?
Here,.... could you be one day, an executive director of say, Merryl Lynch..or maybe JP Morgan,.. somehwere in the CIty?.... probably not ..
Could you be a CEO of IBM Indonesia, one day? Could you be the owner of a succesful developer in Indonesia? A succesful investor respected in the Jakarta business scene? .... chances are much more likely.

Here, .. you could go to pubs with your friends, rite?. that's social life.. you could go clubbing..... but you're stuck...
Now how could your english, scottish, wales friends one day help you,.. if you are in jkt?.. how could your british indian friends help u one day if your business is in Jkt?.. tough chance.. Even the british Indians are stuggling to be respected here.. I dont see how you, me, us could have more chance than them.

PROs and CONs:

***LONDON ***
CONs:
-Di London lo jadi kacung
-kehilangan kesempatan networking (compared if u are in Indo, ini juga tergantung berapa lama mau kerja disini)
-karir lo berkembang lambat(bahkan bisa stuck di suatu titik), namun...

PROS:
-pengetahuan bisa berkembang cepat (lebih karena fakta bhw you're working in a new and different environment-not necessarily better knowledge),
-lo menjadi lebih mature (walau lebih individualistis-Ibaratnya sampe jkt paling2 jadi cengo lagi),
-dan alasan paling penting dari semuanya.. tabungan gaji yang banyakkkkkkk.. nyam nyam nyam...

***JAKARTA***
PROs:
-Di jakarta, skies are the limit.. lo bisa ngapain aja.. , progress career leih cepet (lebih cepet naek gaji dan naek posisi-if ur smart that is),
-kesempatan buat lo buka bisnis jelas lebih viable,
-you could get respect easliy from the industry you're working in (in UK, ur struggling to get ur respect), ..
-networking lebih berguna (karena org2 yg lo ketemu could definitely be ur future clients, future partners, future employee, future competitors) ....
-Social life much much better (you could do whatever u want, be whatever u want to be) .... Namun .....

CONs:
-pengetahuan mgkn tidak sebesar di London (london selama lo kerja chances are lo dapet the global view), dan most importantly,...
-tabungan dari gaji lo kecil.. hihihihih... (unless lo emang start ur business, kalo gini income bisa nembus langit)...tapi di umur kita, we're still likely to work for someone else dulu.... and salaries sometimes just aren't enough.




These are just some comparable reasons from a whole lot more..
Comments guys! Comments!

btw.. ini gedung Merril Lynch di Tokyo.. so gak ada hubungannya sama Jakarta ataupun London.. hahhahhaha